Diuji, 2.123 Guru Wajib Berpikir Kritis

Ujian tak biasa digelar untuk 2.123 tenaga pendidik di Kota Malang. Mulai Selasa (5/12) hingga Sabtu mendatang (7/12), para guru dan kepala sekolah mengikuti program post test Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Disebut tak biasa, karena tenaga pendidik yang diuji cukup berjibun. Mereka berasal dari semua jenjang di Kota Malang yang meliputi tingkat TK, SD, SMK, SMA, hingga SMK.

MALANG KOTA – Ujian tak biasa digelar untuk 2.123 tenaga pendidik di Kota Malang. Mulai Selasa (5/12) hingga Sabtu mendatang (7/12), para guru dan kepala sekolah mengikuti program post test Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Disebut tak biasa, karena tenaga pendidik yang diuji cukup berjibun. Mereka berasal dari semua jenjang di Kota Malang yang meliputi tingkat TK, SD, SMK, SMA, hingga SMK.

Kepala Seksi Formal Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Sri Handayani Wahyu MM mengatakan, ujian ini digelar untuk mengukur dua hal. Yakni, pedagogic atau cara mengajar guru, dan tingkat profesionalitas guru. Untuk yang terakhir, hal itu berkaitan dengan apakah guru ketika mengajar sesuai dengan modul atau tidak.

Ada dua modul yang dipergunakan sebagai acuan pada ujian ini. Yakni, modul perencanaan kualitas pembelajaran dan supervisi akademik. Modul pertama mencakup pembelajaran berdasarkan potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik, sedangkan modul supervisi akademik mencakup beberapa hal seperti perencanaan, analisis data, siklus, serta  laporan dari pelaksanaan supervisi akademik dan kompetensi penguatan pendidikan karakter.

Ribuan guru dan kepala sekolah malahap semua ujian ini di tujuh sekolah. Antara lain, di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 20, SMAN 4, dan SMKN 5 Malang. Masing-masing sekolah mendapatkan jadwal tiga sesi setiap harinya, dengan total peserta 20–40 orang pada tiap sesi.

Tes ini bersifat online, yang digelar selama 2 jam. Penyelenggaranya adalah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). ”Diharapkan dengan program ini kepala sekolah dan tenaga pendidik mampu mengembangkan potensinya,” kata Sri Handayani.

Program ini merupakan kelanjutan dari program pelatihan PKB yang sudah diadakan di sekolah masing-masing. Sebelumnya, guru dan kepala sekolah diminta mempresentasikan program-program apa saja yang telah dilakukan selama ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 13 Kota Malang Dr Khusnul Khotimah menyatakan, soal-soal dalam ujian ini benar-benar mewajibkan kepala sekolah dan guru berpikir kritis. Apalagi, model soalnya berupa hight order thinking skill (HOTS). ”Jawabannya mirip-mirip. Jadi, benar-benar mengukur kemampuan berpikir kritis kita,” kata Khusnul.

Di lain pihak, Kepala SMPN 6 Kota Malang Risna Widyawati S.Pd menyampaikan, kesulitan dalam ujian kali ini adalah ada soal yang cenderung menghafal. ”Tapi tidak mengalami kendala, karena soal yang dihadapi cenderung aplikatif sesuai dengan tugas kepala sekolah,” kata Risna.

Dia melanjutkan, sebelum mengikuti tes ini, kepala sekolah mengikuti pre-test dulu. Setelah pre-test, ada pelatihan dengan sistem in on in. Sistem pelatihan ini ialah menerima materi selama tujuh hari, mengerjakan tugas, lalu mempresentasikan hasil tugas. ”Baru sekarang ini post test setelah pre-test dan in on in,” pungkasnya.

Pewarta: nr3
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman