Ditinggal Salat Ied, Rp 180 Juta Raib

TUREN- Nasib buruk menimpa Ifhinahidayati, warga Jalan Tirta Nomor 76, RT 3, RW 6, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Minggu (25/6) lalu. Uang tunai sebanyak Rp 125 juta, plus perhiasan emas seberat satu ons yang ditaksir senilai Rp 55 juta amblas digarong maling.

Kejadian itu diduga berlangsung ketika dia dan keluarganya melaksanakan salat Idul Fitri di kampungnya. Korban baru mengetahui setelah pulang dari salat.

”Uang tunai yang hilang Rp 125 juta. Ada perhiasan emas juga, beratnya satu ons, nilainya sekitar Rp 55 juta,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu siang kemarin (26/6). Jika ditotal, kerugian yang diderita pengusaha konveksi tersebut mencapai Rp 180 juta.

Mendengar kabar itu, petugas Polres Malang pun langsung menuju ke lokasi. Mereka langsung mengecek kondisi TKP (tempat kejadian perkara) hingga memeriksa beberapa saksi. Sebagian gambaran awal didapat polisi. Melihat karakteristik kasus, diduga kuat pelaku sudah hafal dengan kondisi rumah korban.

”Pelaku diduga masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela,” tambah Azi.



Jendela di bagian belakang rumah korban itu langsung tersambung dengan pintu yang menghubungkan dengan ruang utama.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, dengan merusak engsel pintu.. Dan dari pengamatan sementara, pelaku diduga tidak lebih dari dua orang. Usaha untuk melakukan pengejaran pun dilakukan polisi.

Azi menambahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim buru sergap (buser) di wilayah Malang timur. Kasus tersebut juga membuat Polres Malang mengintensifkan pengamanan rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Mulai Minggu (25/6), Sat Sabhara Polres Malang langsung bergerak melakukan patroli intensif.

”Di wilayah terdekat, Kepanjen, kami sudah menggiatkan patroli rutin. Ada lima perumahan yang kami pantau,” tambah Kasat Sabhara Polres Malang, AKP Moh Lutfi.

Ditambahkannya, koordinasi intensif dengan petugas di masing-masing Polsek juga terus dilakukan. ”Patroli akan terus kami lakukan hingga H plus 4,” tambah mantan perwira Polres Batu tersebut.

Selain pengamanan rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik, pihaknya tengah mempersiapkan patroli rutin di tempat-tempat wisata pula. Untuk tugas ini, koordinasi intensif dengan pengelola wisata, petugas Polsek, PMI (Palang Merah Indonesia), dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang terus digiatkan lagi.

Pewarta: Bayu Mulya
Penyunting: Neny Fitrin
Foto: Daviq Umar