Ditantang Berkelahi, Ayah Suruh Anak Habisi Petani

JawaPos.com – Jahiron, 45, dan Torik, 20, harus berurusan dengan polisi. Mereka menghabisi nyawa Maar, 19, yang berprofesi sebagai petani di Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Kejadian berawal saat Torik yang merupakan anak dari Jahiron inidatang ke kampung Maar. Saat itu, korban bertemu dengan Torik dan langsung menantang pelaku untuk berkelahi, Sabtu (20/4).

Namun, tantangan tersebut ditolak Torik. Pelaku pun langsung pulang memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya Jahiron. Mendengar pengaduan tersebut, Jahiron kesal dan menyuruh sang anak untuk menghabisi korban.

Keduanya pun kemudian bertemu dengan korban. Tanpa basa-basi, Torik langsung menusuk punggung korban tepat di hadapan sang ayahnya. Korban kemudian terjatuh. Setelah itu, sang ayah ikut memukul korban dengan tangan kosong.

Tak sampai disitu saja, Torik kembali menusukkan pisau ke tubuh korban. Akhirnya korban pun melarikan diri untuk meminta pertolongan warga. Nahas, korban akhirnya tewas saat akan dibawa ke puskesmas.

Sedangkan, kedua pelaku menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ke kantor polisi.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro mengatakan berdasarkan pemeriksaan keduanya tidak terima mendapatkan tantangan dari korban, sehingga keduanya nekat untuk menghabisi korban.

“Tersangka ini mengaku jika korban ini sempat ingin mengambil pisau, meski sebelumnya sempat meminta maaf,” katanya saat dihubungi, Selasa (23/4).

Kini keduanya telah menyerahkan diri dan mengakui perbuatan mereka telah menghabisi korban dengan menggunakan pisau. Kedua tersangka ini dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 170 KUHP. “Ancaman pidananya itu hingga 15 tahun penjara,” singkatnya.