Ditangkap, Tendang Motor, lalu Didor…

MALANG KOTA – Polisi terpaksa menembak Suntra, 26, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beroperasi di kawasan Lowokwaru, Kota Malang. Warga Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan, itu dihadiahi timah panas di betisnya karena menendang motor hasil curiannya ketika ditangkap polisi Senin lalu (11/11).

Perlawanan pelaku curanmor spesialis motor di garasi itu diungkap Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander. ”Setelah ditembak dua kali di betisnya, akhirnya pelaku jatuh tersungkur,” ujar Dony ketika mengeler pelaku di halaman Mapolres Malang Kota kemarin.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Suntra mengaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian. Selama ini dia beroperasi dengan temannya berinisial M.

Tapi ketika Suntra ditangkap, M kabur. Kini Polres Malang Kota menetapkan M dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Pelaku menendang motor agar bisa kabur. Akhirnya polisi mengambil tindakan tegas dan terukur, yakni menembakkan pistol ke betis S sebanyak dua kali,” tambah perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Sebelum beraksi, Dony memaparkan bahwa kedua pelaku berkeliling ke perkampungan terlebih dahulu. Selama ini sasarannya paling banyak di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.

”Setelah menemukan sasaran salah satu rumah, lantas keduanya membuka gerbang rumah yang digembok dengan kunci T yang sudah dibawanya,” terang Dony.

Suntra berperan sebagai pembobol, sedangkan M berjaga untuk memastikan situasi di sekitar aman. ”Pelaku berinisial M ini berjaga di atas motor sehingga ketika anggota kami menggerebek aksi mereka berdua, M berhasil kabur dengan motor yang ditungganginya,” tuturnya.

Penggerebekan itu dilakukan ketika anggotanya patroli di kawasan tersebut. Akibat perbuatannya, Suntra dikenakan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan. ”Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tutup Dony. 

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindwati
Penyunting : Mahmudan