Distribusi Belum Merata, Dinas Pertanian Kota Batu Pastikan Kartu Tani Efektif Bulan Ini

KOTA BATU – Program Kartu Tani yang digunakan untuk alokasi pupuk bersubsidi di Kota Batu masih belum berjalan sempurna. Hal ini dikarenakan program yang telah berjalan sejak tahun 2018 tersebut masih menyisakan 1300 petani dari total 6008 petani di Kota Batu yang masih belum menerima kartu tersebut.

“Kami pastikan akan selesai di pertengahan September. Entah karena apa, Bank BNI tidak menyebarkannya secara serempak padahal Kartu Tani ini bisa sangat membantu para petani,” jelas Sugeng Pramono Kepala Dinas Pertanian Kota Batu. Oleh sebab itu ia saat ini tengah gencar melakukan audensi dengan pihak Bank BNI untuk segera merealisasikan program pemerintah pusat tersebut.

Sugeng menambahkan selain berfungsi untuk mengalokasikan pupuk bersubsidi, kartu tani tersebut juga bisa difungsikan untuk menyimpan saldo dan manabung sehingga ketika nanti pemegang kartu hendak membeli pupuk bersubsidi maka Kartu tani tersebut tinggal digesekkan di toko yang telah ditunjuk sebagai tempat alokasi pupuk bersubsidi tersebut. Ia juga mengungkapkan pemegang kartu tani harus berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Kelompok Tani (Poktan) di Kota Batu.

“Total Poktan dan Gapoktan di sini ada 40 kelompok. Selain itu dengan adanya kartu tani ini perbedaan harganya ketara sekali seperti pupuk urea yang harganya Rp 4000 bisa menjadi Rp 1800,” imbuh Sugeng.

Walaupun kartu tani tersebut bisa dimanfaatkan untuk membeli pupuk kimia, namun Sugeng menghimbau kepada petani untuk lebih memilih pupuk organik mengingat program pangan organik tengah dijalankan.

“Soalnya efeknya jangka panjang. Selain kegemburan tanah, produksi humus juga ikut berkurang jika menggunakan pupuk kimia,” tandasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : istimewa
Penyunting: Fia