Disparta Kota Batu Dorong UMKM dan Kesenian Ramaikan Pariwisata

KOTA BATU – Lewat Festival Budaya Religi Among Tani Kota Batu Ramadan 1440 H yang diadakan selama dua hari, kemarin, (23/5) hingga hari ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Baru, Imam Suryono ingin Wisata dan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di daerah masing-masing bisa berjalan beriringan.

“Ini agenda Tahunan Disparta Kota Batu sebetulnya. Harusnya kan berdiri sendiri tapi karena ini ada UMKM seperti ini kita barengkan, berkolaborasi,” ujarnya.

Menurut Imam, UMKM dan Wisata memang harus berjalan beriringan. “Memang harus seiring. Dimana ada pengembangan destinasi, UMKM di daerah itu juga harus berkembang juga disitu,” tandasnya.

Hal ini menurutnya sama dengan Program Desa Wisata yang memang dikembangkan Disparta Kota Batu. “Itu nanti kalau desa wisatanya berkembang, nah kita harap UMKM di situ juga berkembang. Paling tidak ada penyediaan kuliner dan suvenir di lokasi,” tandasnya.

Salah satu contohnya adalah diadakan acara pasar murah seperti yang terlihat di booth-booth gelaran acara yang diadakan di Balai Kota Among Tani, Kota Batu tersebut, Disparta Kota Batu ingin hal tersebut berjalan rutin karena pengembangan wisata harus berjalan seiring dengan UMKM.



Menurut Imam lagi, acara Festival Budaya Religi Among Tani Kota Batu Ramadhan 1440 H juga diadakan untuk melestarikan budaya dan seni religi yang ada di Kota Batu. “Religi harus sejalan dengan seni dan wisata, kita dorong pengembangan bakat seniman,” pungkasnya. Ia ingin memberikan kesempatan kepada seniman musik religi untuk unjuk gigi kepada publik.

Di Kota Batu sendiri diakuinya punya 350 kelompok seni dengan 22 jenis kesenian termasuk kesenian religi.

“Harapannya Kota Batu tidak hanya berkembangnya hanya seni tradisional seperti musik, tari tradisional, tetapi juga seni religi juga ikut berkembang,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido