Dispar Kepri Sambut Baik Penundaan Bagasi Berbayar Citilink

JawaPos.com – Citilink Indonesia berencana menerapkan bagasi berbayar mulai 8 Februari 2019. Namun kebijakan dipastikan ditunda. Hal tersebut serupa dengan yang dilakukan maskapai Lion Air dan Wings Air. Sebelum menerapakan bagasi berbayar sejak 22 Januari lalu, kedua maskapai sempat beberapa kali melakukan penundaan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar menyambut baik penundaan bagasi berbayar oleh Citilink. Pemerintah daerah (pemda) mendukung penuh upaya tersebut. Terlebih jika kebijakan itu bisa disesuaikan dengan satibilitas harga tiket yang sekarang masih terbilang tinggi.

Jika kebijakan bagasi berbayar tetap diberlakukan di tengah harga tiket pesawat rute domestik yang masih berada di ambang batas atas, tentu akan memberatkan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. “Semua orang sudah mengeluh. Usaha pariwisata mengalami penurunan, akan berdampak ada ekonomi kami,” kata Buralimar di Batam, Jumat (1/2).

Untuk Kepri sendiri, sejauh ini sektor pariwisata memang masih belum dominan memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun capaian PAD Kepri dari tahun ke tahun selalu meningkat dengan terus bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Pada 2017, PAD Kepri dari sektor pariwisata mencapai lebih dari Rp 4 triliun. Angka ini didapat dari perkiraan belanja 1,8 juta wisman yang berkunjung ke Kepri. Tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman di Kepri berada di angka 1,7 juta jiwa.

Pada 2018, PAD dari sektor pariwisata kembali mengalami peningkatan. Meski belum mendapatkan angka pasti jumlah kunjungan wisman, Buralimar meyakini mencapai angka 2,1 juta jiwa.

Dispar Kepri terus membangun pariwisata sebagai sektor unggulan pada masa mendatang. Ini tergambar dari berbagai even yang disiapkan untuk wisatawan. Tahun ini, setidaknya ada 46 even pariwisata yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang tersebar di berbagai daerah. Utamanya di Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

Namun gejolak yang terjadi akibat harga tiket dan bagasi berbayar tentu berpengaruh pada Kepri. Saat ini Kepri ditargetkan bisa menghadirkan 4 juta wisman.

“Kami harapkan Kepri tetap mampu menjaga daya tariknya. Walaupun memang kami menghadapi tantangan cukup sulit. Pelaku usaha pariwisata kami kesulitan dengan harga tiket yang masih tinggi,” tukas Buralimar.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Bobi Bani