Disnaker Kabupaten Malang Dorong Mantan TKI Jadi Pengusaha

KEPANJEN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali membuat inovasi baru. Bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, dinas di bawah komando Drs Yoyok Wardoyo MM ini membuat terobosan baru yang dikhususkan bagi pemberdayaan purna TKI yang kebanyakan kesulitan untuk mengatur uang mereka pasca pulang dari bekerja di luar negeri.

Dalam rapat koordinasi mengenai TKI purna yang digelar di ruangan Kadisnaker, Selasa, (13/8) Yoyok menjelaskan mengenai mekanismenya. Untuk program ini, para mantan TKI di setiap Kecamatan diharuskan membentuk kelompok terlebih dahulu.

“Kelompok ini nantinya yang akan menjadi embrio organisasi atau yayasan yang memiliki badan hukum. Syaratnya harus berjumlah 50 orang,” papar Yoyok.

Leader untuk pengumpulan calon anggota diserahkan sepenuhnya kepada purna TKI yang telag memikiki usaha pribadi. “Leadernya berasal dari purna yang sudah mandiri atau memiliki usaha, anggotanya para purna yang belum memiliki usaha,” jelasnya.

Hal ini untuk mendorong purna TKI yang belum bisa berwirusaha mampu mencontoh leader mereka dan belajar mengenai investasi usaha yang tepat serta belajar tentang pengelolaan sebuah usaha.



Tujuan dibentuk kelompok usaha ini adalah untuk menggairahkan semangat wirausaha bagi para purna TKI. Selain itu, agar para mantan pekerja migran itu lebih mandiri dalam hal ekonomi.

Usai dibentuk kelompok usaha, lanjut Yoyok, kelompok harus membuat proposal pelatihan yang diajukan ke Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya, Dinas Koperasi dan UMKM akan memberikan pelatihan sesuai dengan permintaan dari para peserta pelatihan.

“Jadi nanti di sini ada sinergitas dua dinas. Menggiatkan UMKM yang dibekali dengan kemampuan. Yang melatih dari Dinas Koperasi. Sesuai dengan potensi SDM daerah ataupun keinginan kelompok,” tutup Yoyok.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia