MALANG KOTA – Bagaimana kiprah para pejuang dari Malang yang ikut melawan penjajah? Serta apa saja aksi nyata yang harus dilakukan generasi penerus untuk mewujudkan cita-cita para pejuang tersebut? Nah, jawabannya akan tersaji dalam Diskusi Kebangsaan bertema: ”Malang Kota Pejuang”, Kenapa Tidak yang bakal digelar di Hotel Ijen Suites pagi ini (9/11).

Dalam dialog hasil inisiasi Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin dan Jawa Pos Radar Malang ini, menghadirkan keluarga Mayor Hamid Roesdi, pejuang kemerdekaan; dan Mas Isman, pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

Nurul Yakin menyatakan, sesuai tema yang diangkat, pihaknya ingin agar Malang bisa menjadi Kota Pejuang. Sebab, dari catatan sejarah, sejak zaman dulu di Malang sudah ada gerakan perjuangan melawan penjajah.

”Nanti perlu dikupas dari periode ke periode sejarah perjuangan di Malang tersebut,” tandas Nurul Yakin kemarin.

Sebagai ikon dari pejuang asal Malang, ada dua nama yang ditonjolkan. Yakni, Mayor Hamid Roesdi dan Mas Isman. Keduanya dalam catatan sejarah sudah terbukti memberikan kontribusi besar ikut melawan penjajah. ”Makanya, semua harus mendukung Malang jadi Kota Pejuang,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, pada acara itu akan diperlihatkan bagaimana catatan sejarah mendukung Malang sebagai Kota Pejuang. ”Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk menguatkan Malang sebagai Kota Pejuang karena cocok dan pantas disebut demikian dan didukung bukti sejarahnya,” jelas dia.

Maka dari itu, ini wujud mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk generasi berikutnya. Dialog ini nantinya menghadirkan pembicara lintas generasi. Dari kalangan veteran sampai organisasi kepemudaan. Rencananya, hadir pula para rektor, kepala sekolah, perwakilan pelajar, organisasi kepemudaan, instansi pemerintah, hingga Polri dan TNI.

Sementara itu, pembicara yang akan hadir, di antaranya Dandim 0833 Letkol Nurul Yakin, dosen Sejarah Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Hayono Isman yang merupakan putra pahlawan TRIP Mas Isman, serta Mochtar Roesdi, keponakan dari Hamid Roesdi.

Hayono Isman menyatakan, dirinya sangat salut dengan adanya dialog kebangsaan tersebut. Ini menjadi bukti bahwa warga Malang begitu perhatian terhadap para pejuangnya.

Karena itu, dia jauh-jauh dari Jakarta menyatakan siap datang sebagai keluarga dari Mas Isman. ”Saya siap datang karena ini acara yang sangat bagus,” ungkap mantan ketua Kosgoro ini. Sementara di sela-sela acara dialog, nantinya Dandim 0833 juga akan menyerahkan bantuan dua unit rumah untuk pejuang veteran.

Pewarta: NR8
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy editor: Indah Setyowati
Foto: Radar Malang