Dishub Surabaya Perbanyak Markah Batas Kecepatan

JawaPos.com – Mayoritas kecelakaan di jalan raya disebabkan pelanggaran yang dilakukan pengendara. Salah satunya, pengendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Kecepatan tinggi hingga laju kendaraan tidak terkendali.

Penindakan atas pelanggaran hanya salah satu cara untuk menguranginya. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengambil langkah pencegahan berupa memperbanyak rambu-rambu atau peringatan. Juga memasang kamera pemantau kecepatan dan lampu peringatan.

Selain itu, dishub membuat markah peringatan batas maksimal kecepatan di beberapa ruas jalan protokol. Salah satunya di Jalan Mayjen Sungkono depan Taman Makam Pahlawan 10 November kemarin dini hari (18/5).

Markah peringatan tersebut dibuat dalam bentuk tulisan 40 yang diberi lingkaran ukuran 1 meter. Seperti yang sudah banyak terlihat di frontage road Jalan Ahmad Yani. “Artinya, batas maksimal kecepatan kendaraan di dalam kota, termasuk di Jalan Mayjen Sungkono, adalah 40 kilometer per jam,” ujar Kasi Penyediaan Prasarana Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Prasetyo Prambayanto saat dikonfirmasi kemarin.



Markah di badan jalan itu, tambah Prasetyo, berguna untuk menegaskan rambu peringatan dalam bentuk pelat yang sudah ada sebelumnya. Markah tersebut juga sudah mulai digarap sejak dulu di jalanan Surabaya. Tapi di beberapa titik saja. Rencananya, di setiap jalan yang rawan kecelakaan dan jalur lurus, bakal dibuat markah pembatas kecepatan.

Menurut Prasetyo, di Surabaya Barat, selain Mayjen Sungkono, yang akan dibuat markah serupa adalah Jalan HR Muhammad, Jalan Tandes Lor menuju Jalan Banyu Urip, dan Jalan Mayjen Yono Suwoyo. “Biasanya tipikal pengendara kita di sini suka ngebut di jalan yang bagus dan lurus. Nah, di situ kami antisipasi agar mereka tetap ingat batas keselamatan berkendara,” tuturnya.

Pembuatan markah itu hanya bisa dilakukan pada malam hingga dini hari agar tidak menimbulkan kemacetan. Sebab, jalan-jalan di Kota Pahlawan padat dan cenderung macet pada jam-jam sibuk. “Harapannya, markah tersebut bisa menjadi ‘pengingat tambahan’ agar pengendara tidak melajukan kendaraan melebihi batas yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” tutur Prasetyo.