Disetujui Banggar, RUU APBN 2020 Siap Disahkan dalam Sidang Paripurna

JawaPos.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama perwakilan pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2020 melalui rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/9). Nantinya, keputusan itu akan dibahas dan disahkan melalui sidang paripurna pada esok harinya bersama seluruh fraksi DPR RI.

Rapat Banggar DPR tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Kepala Bappenas/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro. Mereka ditemani oleh sejumlah pejabat eselon 1 pada kementeriannya masing-masing.

Dalam sambutannya, Menkeu Sri Mulyani yang mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dewan Banggar. Terutama kepada para anggota panitia kerja yang mengurusi RUU APBN 2020 tersebut.

“Semoga RUU tentang APBN TA 2020 ini dapat segera disahkan di sidang paripurna,” kata Sri Mulyani.

Adapun dalam RAPBN 2020 ini, pemerintah mematok sejumlah asumsi makro yang ingin ditargetkan pada 2020. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, inflasi 3,1 persen, nilai tukar rupiah 14.400 per USD, dan tingkat bunga SPN 3 bulan 5,4 persen.

Selain itu, pemerintah juga mematok harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD 63 per barel, lifting minyak bumi 755 ribu per barel per hari, lifting gas bumi 1,19 juta barel setara minyak per hari. Kemudian, tingkat pengangguran dipatok di level 4,8-5 persen, angka kemiskinan 8,5-9 persen, indeks gini rasio 0,375 sampai 0,380, dan indeks pembangunan manusia mencapai 72,51 poin.

“Kami nyatakan RUU APBN 2020 disetujui dan selanjutnya dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan menjadi UU,” kata Pimpinan Banggar DPR Kahar Muzakir.