'Diserbu' Jamaah Pengajian, Kapolda Sumut: Jangan Mau Diadu Domba








JawaPos.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto gencar blusukan ke masyarakat akhir-akhir ini. Yang selalu ditekankannya melulu soal persatuan dan kesatuan bangsa. 







Teranyar, Agus ditemui seribuan Jamaah Pengajian Surya Al-Hidayah dari Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. Para jamaah mendatangi Agus di rumah dinasnya, Sabtu (20/10). 









Dalam kesempatan itu, Agus juga mengajak seribuan jamaah untuk mendoakan bangsa dan negara agar mampu melewati cobaan dan ujian, agar NKRI tetap utuh dan dipimpin oleh orang orang yang baik. 







“Jangan mau diadu domba dan dipecah belah, apalagi menyebarkan fitnah. Saya berharap agar bapak, ibu dan orang tua saya selalu menjadi pemersatu umat di tengah masyarakat. Jangan mau dipecah belah, ya Bu,” ucap Agus.







Dalam kesempatan itu Agus pun didoakan supaya menjadi Bapak bangsa pemersatu umat. Bahkan para jamaah mendoakannya menjadi Kapolri kelak. “Terima kasih pak, kami tak pernah melihat pimpinan Polri seperti bapak yang dekat dengan masyarakat,” kata Syakban Nasution, salah satu perwakilan jamaah.







Usai menerima jamaah pengajian, Kapolda bersama pejabat utama Polda dan para jamaah langsung berangkat ke Kabupaten Langkat. Mereka menemui Syekh H Hasyim Al Syarwani. “Saya datang kemari untuk bersilaturahmi, silaturahmi itu obat memperpanjang usia,” katanya.








Dia bersama Syekh Al Syarwani berdiskusi tentang perkembangan ke-Indonesiaan. Dan berdoa agar Indonesia tetap aman, damai dan kondusif. “Kita hanya diskusi bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, agar umat Islam tidak gampang dipecah belah, intinya semua untuk Indonesia,” ucapnya.








Usai menemui Syekh Hasyim, Agus berkunjung ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai Polda Sumut, di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. 







Dia pun sempat memberi pesan kepada para siswa SPN. Agus mengatakan menjadi seorang polisi harus berada dibawah bendera merah putih. Artinya, berada di semua golongan, agama dan suku. 







“Jadi polisi juga jangan mudah terpancing, karena yang terpancing itu biasanya ikan, sedangkan pemancingnya manusia. Dan jadi polisi juga jangan mau diadu domba, karena polisi bukan kambing,” tandasnya. 







(pra/JPC)