Diserang Virus, Sudahkah Anak Kabupaten Deiyai Diimunisasi?

Tim Kaki Telanjang Dinas Kesehatan Provinsi Papua sedang turun ke lokasi untuk mengecek. Jika betul campak, lalu mengapa bisa tertular bersamaan dan meninggal dunia? Apakah balita di sana belum diimunisasi?

Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Jane Soepardi menjelaskan anak-anak di Kabupaten Deiyai selama ini memang masih rendah dalam mendapatkan akses imunisasi. Pasalnya wilayah itu merupakan wilayah yang terbatas aksesnya dari pemerintahan. Kini setelah Presiden Joko Widodo membuka jalur TransPapua, seluruh akses ke wilayah itu sudah semakin terbuka.

“Dari laporan yang kami terima pelayanan imunisasi di sana tak rutin, tidak optimal. Tunggu tim turun dulu barulah anak diimunisasi,” tegas Jane kepada JawaPos.com, Jumat (14/7).

Dia menjelaskan untuk menuju kabupaten tersebut, tim khusus harus terjun selama berhari-hari yakni Tim Telanjang Kaki. Pasalnya untuk menjangkau ke lokasi, diperlukan pesawat kecil dan transit beberapa kali.

“Saya cek Kabupaten Deiyai ini tadinya tak terjangkau, ke sana harus pakai pesawat. Kabupaten ini semakin terbuka sejak jalan TransPapua dibuat. Ini justru berita bagus, ke depan infrastrukturnya akan dibangun. Saya yakin di sana gedung puskesmas sudah ada, tapi karena enggak ada akses jadi sulit,” jelas Jane.

Bayangkan, angka cakupan imunisasi balita di kabupaten tersebut hanya 16 persen. Sehingga anak-anak di sana tak mempunyai kekebalan tubuh yang baik.

“Kalau sudah ada jalannya, nanti kami semakin mudah untuk terjun karena ada kendaraan operasional. Program di sana juga bisa jalan cepat. Sebab cakupan imunisasi masih sangat rendah, dengan begitu virus campak atau orang di sana menyebutnya sarampa sangat mungkin menular,” tandasnya. (cr1/JPG)