Disdik Jatim Beri Trauma Healing Siswa SMK yang Digampar Motivator Agus Piranhamas

KOTA MALANG – Luka fisik bisa sembuh dengan obat, namun luka hati rasanya bisa membandel. Hal inilah yang kini dialami sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2.

Mereka mengalami trauma usai diduga digampar oleh CEO PT Piranhasmas, Agus Setiyawan, Kamis (17/10). Aksi itu diduga terjadi saat Seminar Kewirausahaan yang kemarin diikuti 125 siswa jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan multimedia.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mendampingi siswa menjalani trauma healing.

“Kami akan melakukan pendampingan secara psikologi terhadap siswa. Untuk memberikan kenyamanan untuk mengikuti prosedur pembelajaran lagi,” katanya saat ditemui, Jumat (18/10).

Sementara terkait terduga pelaku, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Lebih lanjut soal kegiatan sekolah seperti seminar, ia pun ke depan akan lebih meningkatkan pengawasan.

“Yang melakukan ini kan bukan dari dunia pendidikan. Tapi seharusnya motivator itu punya kredibilitas loh. Mungkin ini dia (Agus Piranhamas) lagi khilaf. Ya ke depan kita tingkatkan pengawasannya,” tambahnya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah 2 , Nur Cholis mengatakan bahwa siswanya luka fisik dan trauma. Ditanyai apakah saat menerima tindakan kekerasan siswanya melawan. Ia menjawab siswanya tidak melawan sama sekali.

“Mereka ini kelas 10 semua. Saya tanya memang semuanya saat dipukul diam. Karena katanya masih menjaga nama sekolah, kalau terkesan melawan kan mereka menganggap kesannya tak berakhlak,” jelasnya.

Sementara saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan. Meski diakui Nur Cholis, kemarin motivator itu sudah meminta maaf kepada siswanya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia