Direkomendasi Pengempon Pura, Proyek Ruko Tutupi Sungai Dilanjutkan

Direkomendasi Pengempon Pura, Proyek Ruko Tutupi Sungai Dilanjutkan

Kasatpol PP I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Rabu (17/1) mengakui, sebelumnya pihaknya sempat menyetop pembangunan tersebut karena diduga tak berizin. Namun belakangan pembangunan diizinkan berlanjut karena pemilik sudah menunjukkan izin. “Itu sudah ada izinnya. Bahkan dari pangempon, itu merupakan sarana kelengkapan dari parkir. Artinya izinnya seperti IMB sudah ada, termasuk rekomendasi dari pangempon. Sepanjang tidak ada bangunan di atasnya, hanya berfungsi sebagai jembatan,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Meski begitu, lanjut Suryanegara, pembangunan jembatan juga dibatasi. Dulunya diajukan 14 unit, kini hanya enam. “Jumlahnya di bawah 10. Sekitar enam unit. Dulu pengajuannya sekitar 14 unit,” ujarnya.

Dijelaskannya, kawasan tersebut dulunya adalah loloan atau tempat becek yang memang digubakan sebagai lahan parkir oleh pangempon pura. Oleh karena itu, atas rekomendasi pangempon pura, dibuatkan tanggul, dan dibuat jembatan di atasnya. Dengan demikian, selain sebagai akses ke ruko, juga sebagai lahan parkir pura setempat. “Jadi pembangunan sudah berlanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Badung sempat menyetop pembangunan yang menutup sungai di jalan Raya Petitenget, Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Pelanggaran diduga karena tidak sesuai IMB. Pun sungai yang ditutup volumenya cukup panjang, hampir sepanjang bangunan ruko. 

(bx/adi/yes/JPR)