Dipukul Siswa, Guru Meninggal Dunia

Dipukul Siswa, Guru Meninggal Dunia

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, saat sesi jam terakhir, guru Ahmad Budi Cahyono sedang mengajar mata pelajaran seni rupa di kelas IX SMAN Torjun. Saat itu siswa berinisial MH tidak mendengarkan pelajaran. Dia justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Budi menegur MH. Namun tidak dihiraukan. Si murid malah semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akirnya sang guru menindak siswa tersebut dengan mencoret pipinya dengan cat lukis. MH tidak terima dan memukul gurunya itu. 

Kemudian dilerai oleh siswa dan para guru. Budi kemudian dibawa ke ruang guru, lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (Kasek). Guru Budi kemudian dipersilakan agar pulang duluan. Sesampainya di rumah, Budi istirahat karena mengeluh sakit pada lehernya.
Selang beberapa saat kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi guru tidak tetap (GTT) itu kritis. Pukul 21.40 dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian guru seni itu menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk kalangan seniman. Penyair Umar Fauzi Ballah salah satunya. Di aku Facebook-nya Jumat (2/2) pukul 02.20 dia menulis bahwa jenazah baru sampai rumah duka di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang pada pukul 02.00. Jenazah dimakamkan pukul 09.00

”Selamat jalan kawan, Ahmad Budi Cahyono. Semoga Allah rida padamu. Terima kasih atas biola, lukisan, dan ilmu kritik seni rupa itu,” tulis Ballah pada pukul 22.27. 



(mr/luq/bas/JPR)