Diplomasi Rawon Nguling Guling Incumbent ?

MALANG KOTA – Lobi politik para petinggi partai ”koalisi” non PDIP-PKB di Rumah Makan Rawon Nguling kemarin (10/11) bisa jadi batu sandungan bagi incumbent Moch. Anton. Apalagi, mereka punya kepentingan sama, yakni mengusung pasangan calon (paslon). Apakah isi diplomasi petinggi partai itu berupaya ”menggulingkan” Anton di pemilihan wali kota (pilwali) 2018 mendatang?

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, pertemuan yang berlangsung satu jam, yakni pukul 09.00 hingga 10.00 itu diikuti sepuluh partai. Delapan partai parlemen dan dua partai nonparlemen. Kedelapan partai parlemen adalah Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasdem, dan Hanura.

Sementara dua partai nonparlemen adalah Partai Perindo dan Partai Berkarya. Keduanya merupakan partai baru yang mendaftar di pemilihan legislatif (pileg) 2009 dan pemilihan presiden (pilpres) 2019. Namun, tidak bisa mengikuti pilwali 2018 Kota Malang karena belum mempunyai kursi di parlemen.

Hampir semua yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah petinggi partai. Gerindra misalnya, langsung menghadirkan Moreno Soeprapto (ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang). Demikian juga partai lain, Golkar menghadirkan Sofyan Edi Jarwoko (ketua DPD Kota Malang), PAN mendatangkan Pujianto (ketua DPD Kota Malang), PPP dihadiri Heri Puji Utami (ketua DPC), Demokrat menghadirkan Arif Dharmawan (ketua DPC), dan Nasdem diwakili M. Fadli (ketua DPD Kota Malang). Hanya Ya’qud Ananda Gudban (ketua DPC Partai Hanura Kota Malang) yang tidak tampak dalam pertemuan tersebut. Namun, Nanda sudah diwakili timnya dari koalisi Harapan (Hanura-PAN), Dito Arief.

Usai pertemuan tersebut, para petinggi partai berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP). Hal ini dilakukan juga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.



”Kalau koalisi ini terbangun, berarti head to head dengan incumbent Moch. Anton,” ujar sumber Jawa Pos Radar Malang yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Berdasarkan penghitungan perolehan kursi, kedelapan partai itu mempunyai 28 kursi. Rinciannya, Golkar dan Demokrat masing-masing 5 kursi, PAN dan Gerindra masing-masing 4 kursi. Selanjutnya, Hanura, PPP, dan PKS yang masing-masing 3 kursi, lalu Nasdem 1 kursi. Perolehan kursi tersebut jauh mengungguli incumbent, meski jika diasumsikan PKB berkoalisi dengan PDIP, yakni hanya 17 kursi.

Belum lagi jika ada tambahan dari Partai Karya dan Perindo. Meski kedua partai baru itu tidak mempunyai kursi di parlemen, tapi diperkirakan sudah mempunyai anggota, sehingga bisa menambah dukungan suara.

Ketua DPD PAN Kota Malang Pujianto membenarkan adanya pertemuan tersebut. Hingga pertemuan berakhir belum ada kesepakatan koalisi. ”Tapi, sudah ada pembicaraan ke arah sana (koalisi),” ujar Pujianto.

Pujianto menyatakan, pertemuan tersebut juga berencana mengusung paslon sendiri. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri PDIP dan PKB, paslon yang diusung diperkirakan di luar kader PDIP maupun PKB.

”Tapi, sebelum ngomong soal paslon, kami menyamakan persepsi dan visi dulu,” kata mantan anggota DPRD Kota Malang itu.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Dokumen