KOTA MALANG – Ratusan driver online Grab mendatangi gedung DPRD Kota Malang, hari ini (Selasa, 15/1). Mereka mengeluhkan sikap perusahaan yang dianggap semena-mena memperlakukan karyawan.

Koordinator Aksi Asosiasi Driver Grab Malang Raya, Dedi Hermawan menyatakan perubahan sistem yang diterapkan perusahaan dirasa hanya menguntungkan sebelah pihak.

“Kami (driver) merasa dirugikan. Sudah berusaha memenuhi target 24 jam, namun poin tetap saja tidak tercapai. Kami hanya mendapat kelelahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak manajemen memasang target terlalu tinggi. Yakni driver ojol harus mencapai 48 trip per hari. Hal itulah yang dirasa tidak sepadan, karena sangat menguras tenaga mereka bahkan seringkali menalami kecelakaan saat bekerja.

“Karena banyak driver yang nggak bisa tutup point. Sehingga itu merugikan driver di jalan. Kami sudah menyampaikan keluhan ini ke pihak manajemen, tapi tidak ada realisasi hingga sekarang. Padahal slogannya Grab itu Driver Sejahtera melalui Grab,” imbuhnya.

Melalui aksi damai di gedung DPRD, driver Grab berharap tuntutannya bisa dipenuhi dan driver ojol bisa sejahtera kembali.

“Harapan kita bisa terealisasikan segera. Sehingga Malang kondusif lagi, driver juga sejahtera,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Arifina
Penyunting : Fia