Dipasrahi Bayi Perempuan oleh Perempuan Tak Dikenal, Eka Bingung…

Dipasrahi Bayi Perempuan oleh Perempuan Tak Dikenal, Eka Bingung…

PATI – Eka Prasetyo, 17, warga Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Kamis (1/2) petang bingung saat dipasrahi bayi perempuan oleh perempuan yang tidak dikenalnya.

Perempuan itu datang ke rumahnya sekitar pukul 18.00. Perempuan yang diduga ibu bayi itu berpesan agar bayi itu diberi nama Bunga. Saat itu, Eka hendak mandi. Dia hanya mengenakan handuk.

Suyatmuah, 45, ibu Eka Prasetyo menerangkan, saat anaknya hendak mandi ada seseorang mengetuk pintu. Lantas Eka membatalkan niatnya untuk mandi dan membukakan pintu.

Tidak disangka ada perempuan yang mengenakan kaus lengan panjang, jins, jilbab, dan masker hitam. Wajah perempuan itu tidak dapat dikenali. Dia datang menggunakan sepeda motor. Saat bertemu dengan anaknya tanpa basa-basi perempuan yang diperkirakan berusia 25 tahun itu menyerahkan bayinya.

Eka yang saat itu hanya menggunakan handuk kaget. Sontak dia menerima saja bayi yang diserahkan. “Ibu bayinya sempat berpesan merawat dan menamai bayi itu dengan nama Bunga. Tak lama kemudian, ibu itu langsung pergi begitu saja meninggalkan rumah saya menggunakan sepeda motor,” ujarnya.



Selain menyerahkan Bunga, di dalam tas itu ada delapan popok, lima potong baju, satu pasang kaus kaki, satu pasang kaus tangan, satu tisu basah, tiga gedong, dan botol bayi. Selain itu, susu satu kardus kecil dengan merek terkenal.

Kemudian, anaknya memanggil saudara dekat rumah. Sementara itu, Suyatmuah masih di musala untuk menunaikan salat magrib. Seusai salat Suyatmuah dipanggil tetangganya kalau ada bayi yang diserahkan ke rumahnya.

Dia tak tahu menahu dengan identitas sang ibu bayi. Padahal, ketika menyerahkan bayi, ibu tersebut berkata “Bayi iki ben dirawat Mbak Yat (panggilan Suyatmuah)”. Diduga kuat, ibu bayi mengenal Suyatmuah.

Akhirnya bayi itu tidur bersamanya. Bayi berusia dua minggu itu baik-baik saja, tidak menangis. Paginya dia pergi ke rumah kades Wuwur. Kemudian ini dirawat lagi olehnya. “Saya dan suami (Kardi, 50, red) sepakat merawat bayinya dengan baik. Soalnya anak saya hanya satu dan tidak mempunyai anak lagi,” terangnya.

Suyatmuah sudah berkoordinasi dengan Pemdes Wuwur, Polsek Gabus, Koramil Gabus, dan Dinas Sosial (Dinsos) Pati. Dari koordinasi telah disepakati bahwa bayi malang itu sementara waktu akan dirawat Suyatmuah.

Ketika Jawa Pos Radar Kudus mengunjungi rumah Suyatmuah, ada banyak warga yang silih berganti ingin melihat bayi berkulit sawo matang tersebut. Warga yang datang tidak hanya dari Desa Wuwur, tetapi ada yang dari Kecamatan Winong.

Kedatangan warga itu juga ada yang ingin mengadopsi bayi yang memiliki rambut hitam lebat tersebut. Namun, tidak diperbolehkan karena Suyatmuah ingin merawatnya sendiri.

 

(ks/put/aji/JPR)