Dinsos Kota Malang Gelontor Dana Rp 11,3 Miliar untuk Orang Miskin

Setiap Penerima Dijatah 10 Kilogram Beras Per Bulan

MALANG KOTA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang mengalokasikan anggaran Rp 11,3 miliar untuk warga miskin (gakin). Rencananya, dana tersebut digunakan untuk membeli beras, kemudian dibagikan secara cuma-cuma.

Lelang pengadaan beras daerah (rasda) itu sudah masuk LPSE (layanan pengadaan secara elektronik). Ada 12 perusahaan penyedia beras yang mengajukan penawaraan. Usai diputuskan pemenangan, beras bersubsidi itu bisa langsung dibagikan.

Sekretaris Dinsos Kota Malang Pipih Tri Astuti menyatakan, pihaknya berjanji sesegera mungkin mengucurkan beras bantuan tersebut. ”Beras bulanan itu kami sebar setelah ditetapkan penyedianya,” ujar Pipih kemarin (20/4).

Sesuai data dinsos, pada tahun 2018 ini terdapat 6.918 warga yang terdaftar sebagai calon penerima rasda. Jumlah itu lebih banyak dari tahun 2017 lalu yang hanya 5.585 penerima.

Pipih menambahkan, setiap penerima dijatah 10 kilogram rasda per bulannya. Namun, pengucurannya dirapel sesuai kesiapan. ”Misalnya, bulan depan siap dikucurkan, berarti Januari hingga Mei diakumulasikan di situ,” jelasnya.

Pejabat eselon III-A Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu memaparkan, dinsos hanya menetapkan perusahaan berdasarkan lelang. Setelah itu, perusahaan tersebutlah yang mengucurkan rasda ke masing-masing kelurahan.

”Dalam satu tahun, masing-masing penerima berhak mendapatkan beras 120 kilogram,” katanya.

Ditanya mengenai kriteria warga yang diberi jatah rasda, Pipih menuturkan, Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang menentukan siapa saja yang berhak mendapat jatah rasda. Pihaknya sebatas memverifikasi data yang ditetapkan Kemensos.

”Sebagian penerima tunai tahun lalu kini tidak mendapat lagi. Ya kami masukkan ke rasda,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D (Bidang Kesra) DPRD Kota Malang Hadi Susanto menyatakan, jumlah 6.918 penerima rasda itu merupakan usulan masyarakat sendiri.

Untuk itu, politikus PDIP itu yakin penggerojokan rasda ini akan tepat sasaran. Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi pencairannya.

”Kami nanti kroscek dan pantau penyebarannya,” tegas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Sukun itu.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono