Dinkes Kota Malang Ungkap Trik Sejahterakan Para Lansia

KOTA MALANG – Angka harapan hidup di Kota Malang diklaim Wali Kota Malang Sutiaji, meningkat dari rata-rata 60 tahun menjadi 70 tahun. Ia pun mengklaim dari 3 panti jompo di Malang 99,9 persen bukan warga Kota Malang.

“Sehingga umur 60 itu di Kota Malang saya rasa belum lansia ya. Panti jompo di Kota Malang itu ada, tapi jadi cuma syarat kota ramah lansia aja, karena warga kita sedikit sekali yang ada di sana,” katanya, Sabtu (14/9) di Istana Dieng Club House.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, ada 92 ribu jiwa lansia. Diantaranya 38 ribu jiwa merupakan orang golongan pra-lansia.

Para lansia ini memiliki angka harapan hidup tinggi, salah satunya berkat kerja keras Dinkes Kota Malang dalam mempromosikan hidup sehat. Apalagi, kegiatan puskesmas untuk lansia yang tak henti-hentinya digencarkan.

“Di setiap Posyandu lansia, kita selalu adakan screening kesehatan. Kami tidak ingin lansia menemui petugas medis karena sakit, tapi kami ingin menemui mereka dalam keadaan sehat dan menjaganya,” ujar Kepala seksi kesehatan keluarga dan gizi Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, S.ST.



Saat ini ada 430 posyandu yang tersebar di 556 RW Kota Malang. Ke depan, Dinkes Kota Malang ingin kegiatan screening kesehatan tak hanya di Posyandu saja. Namun juga di kantong-kantong lansia.

“Misalnya kayak di kantor taspen, itu kan banyak yang lansia pensiun. Atau kantor kesekretariatan, jadi kita ada dimana-mana. Dan mereka makin sadar kesehatannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Miefta juga menargetkan 100 persen warga Kota Malang bisa tercover BPJS. Selama ini dari total lansia yang ada, masih 40,6 persen yang menggunakan BPJS. Dinkes Kota Malang menargetkan, kepesertaan BPJs mampu menyentuh angka lebih dari 50 persen.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia