Dinkes Kota Malang Sebut Banyak Warga Tidak Bugar, Bahaya

MALANG KOTA – Persentase yang tinggi orang atau anak-anak di Kota Malang untuk tidak bugar, dinilai mengkhawatirkan. Karena bisa berdampak pada meningkatnya potensi penyakit tidak menular. Hal tersebut disampaikan oleh Lilik suharti SKep Ns selaku pelaksana program Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinkes Kota Malang

“Dari Riskeda (Riset Kesehatan Desa) baru-baru ini, rata persentase orang atau anak yang tidak bugar masih tinggi. Sehingga kalau kita lihat dari kacamata penelitian, ada peningkatan terhadap penyakit tidak menular, terutama jantung,” jelasnya

Menurut dia, penyebabnya, selain kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, pola hidup yang serba instan juga dinilai berpengaruh. Jika diteruskan, akibatnya orang-orang akan cepat mengantuk dan lesu saat beraktivitas, bahkan berpengaruh pada kesehatan daya pacu jantung dan paru-paru.

“Semua kan serba otomatis. Coba saja orang bekerja sekarang, parkirnya mesti dia milih paling dekat, supaya jalan gak jauh pas masuk kantor. Kemudian kalau kita belanja ke mal, mau gak naik tangga seperti biasa. Dia naiknya lift to kalau nggak eskalator,” jelasnya.

Menurutnya aktivitas fisik seseorang kali ini sangat kurang, utamanya semenjak pakai gadget. Padahal menjaga kebugaran sangat penting. Salah satunya dengan peregangan otot 10-15 menit di sela pekerjaan dan cek kebugaran fisik di puskesmas.



“Orang sehat saat inj belum tentu bugar. Padahal, kalau bugar maka akan meningkatkan produktivitasnya. Kalau pekerja ya produktivitas kerja, anak sekolah ya prestasi belajar meningkat, gak ngantuk an, semangat,” ujar Lilik.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah