Dinkes Eksekusi Imunisasi Difteri dan Tetanus

KOTA MALANG – Sesuai perintah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bulan November ini sekolah mulai TK sampai SD di Kota Malang menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi ini merupakan tindakan lanjut dari kabar carrier difteri yang beberapa pekan lalu menjangkit 2 sekolah di Kota Malang.

Hari ini (13/11) salah satunya, BIAS dilakukan di SDN Bandungrejosari 3. Sebanyak 172 siswa kelas 1, 2, dan 5 terlihat disuntik para petugas Puskesmas Janti. Mereka diberi imunisasi difteri dan tetanus.

Suasana menggelikan pun nampak menyelimuti proses imunisasi. Ada yang berteriak, bahkan menangis. Yaffa Shakira, siswi kelas 5 SD mengaku sempat menangis usai diimunisasi.

“Rasanya lebih sakit dari imunisasi waktu kelas 1. Pas masuknya jarum nggak sakit, tapi waktu dicabut sakit banget kayak di gigit singa,” ungkapnya.

Hal serupa juga dialami Rafa Maritza yang juga kelas 5. Ia mengatakan sangat ketakutan saat imunisasi. “Ya Allah rasanya kayak di patuk ular. Sakit banget. Aku nangis tadi,” ceritanya sedih.

Sementara Penanggungjawab UKS SDN Bandungrejosari 3, Masnunah mengatakan hari ini ada 1 anak dari kelas 1 yang tidak ikut imunisasi

“Orang tuannya tidak berkenan. Sehingga pihak orang tua diwajibkan membuat surat keterangan ketidaksediaan. Agar jikalau sakit, sekolah dan puskesmas telah terbukyi mengingatkan,” beber penanggungjawab UKS SDN Bandungrejosari 3, Masnunah.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia