Dini Hari, Warga Dikejutkan Tangis Bayi

MALANG KOTA – Lagi-lagi, masih ada saja orang tua yang tega membuang bayi yang baru dilahirkannya. Kasus terbaru terjadi di Kecamatan Sukun, kemarin (3/4).

Sekitar pukul 00.30, penghuni rumah di Jalan Klayatan Gang III No. 7, Kecamatan Sukun, dikejutkan dengan tangisan bayi. Tangisan bayi itu kali pertama didengar oleh Zulfan.

Karena takut, Zulfan lantas membangunkan ibunya, Yunanik, 43, Baru setelah itu, Yunanik membangukan keponakannya, Reni Indrisari, 32.

Mereka bertiga lantas keluar untuk memastikan keberadaan bayi itu. Bayi itu diduga baru saja dilahirkan, mengingat ari-arinya masih menempel. Ketika ditemukan, bayi itu mulai dikerubuti semut.

Tanpa pikir panjang, mereka berusaha menyelamatkan bayi itu lebih dulu. ”Kami juga melapor ke Pak RT juga bidan supaya bayi segera mendapatkan perawatan,” ujar Reni.



Srilejaring Tiyas, bidan yang melakukan perawatan, menyatakan bahwa bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam kondisi sehat. Dengan panjang 47 sentimeter dan berat 2,6 kilogram.

”Kalau dilihat dari bayinya, sepertinya nggak ada hambatan saat dilahirkan. Usia kehamilannya pun bisa dikatakan normal dan tidak prematur,” kata dia.

Bidan asal Peniwen, Kromengan, ini pun menduga bahwa si ibu melahirkan bayi itu di kebun. Salah satu indikasinya adalah adanya pasir dan tanah di tubuh bayi. ”Mungkin seperti itu. Bisa jadi takut atau biar gak ketahuan. Makanya dilahirkan di kebun,” ucap wanita berusia 42 tahun itu.

Pewarta               : M.Badar Risqullah
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Nenny Fitrin