Dindik Kota Batu Antusias Sambut Wacana Penyederhanaan RPP dari Menteri Nadiem

KOTA BATU – Selain mengganti sistem Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 mendatang, wacana Kemendikbud Nadiem Makariem yang akan menyederhanakan RPP (Renacana Pelaksanaan Pembelajaran) nyatanya mendapatkan perhatian lebih dari Dindik (Dinas Pendidikan) Kota Batu.

Pasalnya penyederhanaan RPP yang merupakan salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh guru ketika hendak mengajar kini menjadi lebih sederhana jika hanya berfokus pada tiga aspek yakni tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

“Wacana tersebut kami harap bisa segera direalisasikan oleh Kemendikbud karena dengan penyederhanaan RPP bisa membuat guru lebih berinovasi dan berkreasi dalam kegiatan belajar mengajar,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih Minggu sore (15/12).

Ia membeberkan, selama ini guru harus memenuhi RPP ketika hendak mengajar dalam satu tema dan jika RPP tersebut belum bisa diselesaikan maka guru tersebut tidak boleh berpindah tema hingga RPP yang dikerjakan rampung.

Eny menambahkan, RPP yang selama ini dikerjakan biasanya berisi tentang tema, sub tema, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, jumlah pertemuan dan kegiatannya dalam setiap pertemuan, bahkan sampai membahas tentang cara memberikan pengujian kepada peserta didik. Selain itu dalam kegiatan belajar mengajar, guru juga harus mematuhi RPP yang harus dibuatnya sehingga kebanyakan guru seolah dikejar oleh jadwal yang sudah ada dengan kebebasan memperhatikan sejauh mana peserta didik memahami tema yang diajarkan.

“Kalau di RPP dicantumkan 4 kali pertemuan, maka tema tersebut harus habis dalam 4 pertemuan dan selanjutnya dilanjutkan dengan ulangan. Padahal daya tangkap anak-anak itu berbeda,” beber Eny. Maka dari itu jika wacana penyederhanaan RPP bisa segera direalisasikan menjadi 1 lembar saja dari isi standart saat ini yang mencapai 13 lembar maka guru akan terasa sangat diringankan.

Eny menilai, penyederhanaan RPP ini juga bisa membuat guru berinovasi dalam setiap pertemuan sehingga pembelajaran tidak hanya dilakukan pada indoor dalam keadaan serius namun juga bisa dilakukan secara outdoor dengan cara yang santai.

“Di situ guru juga bisa memberikan beberapa metode pembelajaran yang lain kepada murid yang kurang bisa memahami tema selama bisa memenuhi tiga aspek yang ditentukan. Kalau yang RPP lama itu harus sesuai dengan metode yang tercantum,” tukasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Ilustrasi
Penyunting: Fia