Dilarang Pakai Nama Indomaret, Pemilik Kecewa Berat

KOTA BATU – Keputusan perubahan nama Indomaret yang ditawarkan pemerintah untuk polemik toko ritel di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dianggap merugikan pemilik hak waralaba Indomaret, Joko Suprapto.

Joko mengungkapkan, ia telah mengeluarkan investasi cukup besar untuk membangun ritel dan SPBU di kawasan tersebut. Bahkan, ia telah melakukan MOU dengan Pemerintah Desa Tlekung untuk memperkerjakan warganya di SPBU dan toko retail yang didirikan tepat di depan Predator Fun Park tersebut.

“Mau bagaimana lagi. Tentu kami merasa kecewa,” ucap Joko kepada wartawan.

Izin yang digunakan oleh Joko saat mendirikan SPBU dan fasilitasnya memang sudah terdaftar pada dinas perizinan, namun ia tidak menyangka pihaknya malah tersandung perda yang melarang menggunakan nama Indomaret pada SPBU miliknya.

“Kami mengakui kalau izin usaha tersebut tidak menggunakan nama Indomaret. Dan izin itu satu paket dengan pendirian SPBU,” jelasnya.

Ia menambahkan penggunaan nama Indomaret dilakukan karena bermaksud hendak mendirikan SPBU Pasti Pas dan Pasti Prima.

Lebih lanjut, Joko menerangkan jika ia membangun SPBU yang biasa maka fasilitas yang dibangun tidak harus berskala nasional.

“Pihak pertamina sendiri menerangkan jika ingin membangun SPBU Pasti Pas dan Pasti Prima harus memiliki toko retail berskala nasional,” terang Joko.

Ia menjelaskan dari hasil sidak yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Batu dan Komisi A DPRD Kota Batu akan segera dikomunikasikan kepada pihak Pertamina.

“Malah rencana bagian belakang mau saya bebas lahankan untuk dibangun hotel. Tapi kalau seperti ini ya tidak tahu lagi,” tukas Joko.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia