Dihantui Coronavirus, Paket Wisata Ke China Minim Peminat

MALANG – Heboh virus corona yang santer diberitakan berasal dari wilayah Wuhan, China, berimbas ke menurunnya minat wisatawan Indonesia untuk berwisata ke sana.

Travel agent pun mengeluh. Seminggu ini, salah satu agent yang biasa membuka open trip ke China bahkan memutuskan tak membuka trip ke sana. Padahal biasanya, jasa travel agent bernama Seluz Journal ini selalu rutin memberangkatkan wisatawan ke China tiap bulan.

“Open trip ke China terpaksa harus kita pending dulu terkait merebaknya penyebaran Coronavirus,” tukas Seluz, pemilik Travel Agent dan Jasa Open Trip Seluz Djournal.

Menurutnya, peminat trip ke China menurun drastis. Tak hanya wisatawan, namun travel agent pun waswas. Seluz mengungkapkan, tak hanya wisata ke China yang turun, paket wisata ke luar negeri pun mengalami penurunan animo. Banyak wisatawan yang mengalihkan perjalanan wisata ke dalam negeri.

“Kebanyakan alihkan trip mereka ke dalam negeri. Beberapa open trip ke luar negeri akhirnya harus dipending dulu sampai betul-betul aman untuk travel ke luar negeri, dan bahkan ada beberapa trip yang harus batal,” tuturnya.

Khusus paket wisata ke China selama 7 hari 6 malam, Seluz biasanya membawa wisatawan ke Beijing terlebih dahulu dengan destinasi utama Tembok Besar China. dibuka dengan harga Rp 7 juta per orang dan bisa dicicil, Seluz mengaku pendaftaran open trip yang dibuka sejak 9 Januari lalu masih nihil pendaftar.

Hal senada turut diungkap Yohana, pemilik salah satu jasa open trip wisata. “Kebetulan open trip ke Hainan dan Hongkong sedang off, karena minim peminat,” sebut Yohana saat dihubungi radarmalang.id.

Ya, lewat imbauan Kementerian Kesehatan, masyarakat Indonesia memang diminta tak lakukan dulu perjalanan wisata ke wilayah Wuhan, China. Daerah Wuhan memang tercatat sebagai daerah yang pertama kali memunculkan virus ini.

Coronavirus ini sendiri disinyalir bisa menular antar manusia dan punyai gejala mirip SARS, yang juga sempat menghebohkan dunia beberapa waktu lalu.

Gejala virus corona sendiri bermacam-macam, mulai sakit kepala, tenggorokan, hingga demam. Umumnya gejala yang bisa dirasakan seperti terkena flu biasa, hanya saja gejalanya bisa berkembang layaknya MERS dan SARS.

Pewarta: Elfran Vido
Ilustrasi Coronavirus
Penyunting: Fia