Dihajar Telak Ganda Jepang, Langkah Juara Dunia Junior 2019 Terhenti

JawaPos.com-Langkah juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin terhenti pada babak 16 besar Thailand Masters 2020.

Pada pertandingan di Indoor Stadium Huamark, Bangkok hari ini (23/1), Leo/Daniel kandas di tangan pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito dalam dua game langsung 11-21, 11-21.

Koga/Saito mengakhiri pertandingan dalam tempo cepat saja yakni 29 menit.

Memang penampilan pasangan nomor 33 dunia itu jauh lebih baik. Defense mereka solid. Serangan mereka sangat efisien dan tajam. Plus, yang paling penting, Koga/Saito sangat minim melakukan kesalahan sendiri.

Pada game pertama, Leo/Daniel hanya bisa mengimbangi lawannya dalam posisi 5-5. Setelah itu Koga/Saito melaju jauh dalam kedudukan 14-6 dan tidak tersusul sampai akhir game pertama.

Sementara itu, situasi yang nyaris sama juga terjadi pada game kedua. Koga/Saito selalu memimpin dalam perolehan angka sejak awal sampai akhir pertandingan.

Dengan kekalahan Leo/Daniel, maka ganda putra Indonesia sudah habis pada turnamen berlevel Super 300 tersebut.

Sebelumnya, ganda putra Indonesia lainnya, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri juga tumbang. Mereka dikalahkan ganda putra nomor satu Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge juga dalam dua game langsung 16-21, 19-21.

Bagas/Fikri mengaku masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Padahal, pada game pertama dan kedua, mereka kerap berada di depan dalam perolehan angka.

”Sayang banget karena kami banyak mati sendiri, banyak melakukan kesalahan dan juga masih belum konsisten. Power dan fokus kami harus ditingkatkan. Mati sendirinya juga harus dikurangi,” kata Bagas dalam siaran pers PP PBSI yang juga diterima Jawa Pos.

”Kami kalah di poin-poin tua, padahal tadi sempat unggul. Tapi kami malah masih kurang tenang. Mungkin kalah pengalaman juga. Mereka lebih tenang. Awal-awal anginnya hari ini juga berbeda banget, jadinya ketekan banget. Kalau dapat menyerang bisa enak banget. Tapi kalau balik diserang, jadinya sulit mengembalikan keadaan,” imbuh Fikri.

Memang, Indonesia tidak menurunkan ganda-ganda putra terbaik mereka. Empat pasangan terkuat nasional, tidak ambil bagian pada ajang ini. Itu termasuk pasangan nomor satu dan dua dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.