Digoyang Korona, Investasi Emas Justru Melejit

MALANG KOTA – Dampak dari Novel Coronavirus atau virus korona yang mewabah di Tiongkok memicu pasar modal dunia lesu, termasuk di Indonesia. Namun, kondisi menguntungkan justru dialami perusahaan investasi. Karena para pelaku pasar memilih mengamankan uangnya dalam bentuk investasi loco gold atau investasi emas.

Salah satu perusahan yang merasakan  ”berkah” adalah PT Bestprofit Futures (BPF). Kondisi perusahaan investasi di Kota Malang tersebut cukup di atas angin akibat dampak korona yang menyebar luas awal Januari lalu.

“Untuk pasar modal memang kondisinya melemah. Namun, untuk pasar investasi justru sebaliknya. Karena orang banyak berpikir beralih ke pasar investasi,” kata Pimpinan Cabang PT BPF Malang Andri saat diskusi di Kopi O kemarin (14/2).

Dia mengatakan, kekhawatiran global atas penyebaran virus korona yang cepat membuat pelaku pasar mengalokasikan hot money mereka ke aset-aset lindung nilai seperti emas. Kondisi ekonomi global juga mengalami perlambatan akibat mobilitas barang dan jasa antarnegara yang terhambat akibat potensi penyebaran korona.

”Karena itu, ini kesempatan bagus bagi para traders untuk mengeruk untung di tengah kondisi lesunya ekonomi dunia. Sampai akhir Januari lalu, peningkatan nilai investasi loco gold atau investasi emas berjangka mencapai 48 persen,” terang dia.

Sementara itu, untuk PT BPF sendiri, di tahun 2019 lalu pertumbuhan total nasabah baru mencapai 207 nasabah atau meningkat 46,81 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan total volume transaksi mencapai 11,06 persen atau menjadi 59.427 lot dibandingkan tahun 2018. Perolehan ini ditopang oleh volume transaksi bilateral sebesar 48.879 lot, meningkat 13,69 persen. Sementara volume transaksi multilateral sebesar 10.548 lot atau mengalami pertumbuhan 0,32 persen.

Andri mengungkapkan bila rapor biru tahun 2019 tak lepas dari kondisi market yang sangat bagus. Peluang investasi berjangka sangat bergantung pada situasi global yang umumnya tidak menentu. Khususnya emas atau produk kontrak berjangka loco gold cukup menjanjikan.

”Bahkan sempat menjadi primadona menjelang akhir tahun lalu dan berlanjut pada awal 2020. Loco gold lagi seksi. Jadi, sebenarnya sudah saatnya masyarakat yang ingin berinvestasi, mulailah beralih ke emas,” tambahnya.

Dia memprediksikan, kondisi pasar investasi loco gold yang sedang mekar ini bakal meningkat dan ditutup hingga bulan Mei. Itu lantaran pasar modal akan kembali menggeliat setelah wabah virus korona kembali pulih, ”Kemungkinan sampai bulan Mei saja investasi loco gold ini akan ramai. Karena korona ini akan musnah saat musim panas tiba. Artinya pasar modal juga akan kembali pulih,” tegasnya.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani