Digoda Majikan, Gugat Cerai Suami

Menjalani hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR) memang rawan terjadi perselingkuhan. Jika masih pacaran, hubungannya terancam putus. Jika sudah berumah tangga, bakal terancam cerai.

Menjalani hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR) memang rawan terjadi perselingkuhan. Jika masih pacaran, hubungannya terancam putus. Jika sudah berumah tangga, bakal terancam cerai.

Hal itu dialami Markonah, 36, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Awalnya, kehidupan rumah tangga Markonah bersama Markucel, 37, warga Kecamatan Lowokwaru, ini baik-baik saja. Keduanya selalu pamer kemesraan, termasuk mengumbarnya di tempat umum.

Kemesraan Markonah dan Markucel kerap membuat tetangganya iri. Bahkan, tidak sedikit teman-temannya yang meminta tips menjaga keharmonisan rumah tangga kepada mereka.

Tapi, semua itu berubah setelah Markonah memutuskan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Ibu dua anak tersebut nekat bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di negara lain karena terjepit persoalan ekonomi. Tentu saja, orientasinya adalah untuk mencari rezeki, lantas uangnya dikirimkan ke Markucel untuk membiayai anak-anaknya sekolah.

Satu hingga dua bulan bekerja, Markonah masih sering berkomunikasi dengan Markucel. Namun di bulan ketiga, komunikasi antara suami dan istri itu mulai berkurang. Bukan karena tidak punya anggaran untuk membeli pulsa, tapi Markonah mulai nyaman dengan sang majikan. Kebetulan, majikan Markonah itu sudah menduda karena istrinya meninggal dunia.

Ditambah dengan sikap sang majikan yang ramah dan sering menggoda, Markonah jadi kepincut. Mulai dari cubit-cubitan hingga naik ke ranjang pun mereka lakoni. Hari-hari Markonah pun diisi dengan ber-hohohihe bersama sang majikan.

Kebutuhan biologis yang dipenuhi sang majikannya membuat Markonah lupa kepada Markucel. Apalagi, majikan Markonah lebih ganteng, lebih mapan, dan lebih segala-galanya. Sebagai perempuan, Markonah mulai membandingkan Markucel dengan majikannya itu. ”Majikan saya itu lembut kalau berbicara, Mas. Makanya saya nyaman,” kata Markonah dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.

Meski sudah menjalani HSBC (hubungan sama ”bule” cakep) di Taiwan, Markonah rutin mengirim uang kepada Markucel. Bisa jadi itu yang membuat Markucel tidak pernah protes meski jarang berkomunikasi.

Kini, Markonah ingin mengakhiri pernikahannya bersama Markucel. ”Saya pulang ngurus surat cerai. Sama suami memang sudah jarang berhubungan (suami istri). Terpenting, saya kirim duitnya tidak telat,” kata Markonah saat ditemui di kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Malang Selasa lalu (10/10). ”Mau gimana lagi? Saya sudah nyaman dengan majikan,” tambahnya.

Pewarta : Fajrus Shiddiq
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Dwi Lindawati