Digital Marketing Untuk Startup, Pentingkah?

Etsa Astridya, Head of Business Creation Study Program, Universitas Binus Malang

KOTA MALANG – Menurut data Statistik, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai angka 107 juta jiwa, itu berarti 50 persen lebih populasi di negara iini dapat mengakses media sosial.

Bagi para pelaku usaha perintis atau startup , ini saatnya ‘bergerilya’ dalam digital marketing, yakni menjual jasa maupun barang mereka melalui internet. Sayangnya, banyak wirausahawan startup kadang lupa pentingnya jualan online ini.

“Karena merasa idenya inovatif jadi lupa kalo konsumen butuh diedukasi. Padahal kan mereka butuh tahu startup bergerak di bidang apa sih,” ungkap Etsa Astridya, Head of Business Creation Study Program, Universitas Binus Malang, pada acara RE(Charge) Series Minggu (1/12).

Dalam acara gelaran New Energy Nexus Indonesia tersebut, Etsa turut membeberkan apa saja hal yang perlu diperhatikan pelaku startup saat bergerak dalam digital marketing.

“Pertama, mesti tahu siapa sasaran konsumennya untuk menentukan saluran pemasaran yang pas apa. Lalu memahami konsumen ini butuh diyakinkan dari sisi mana? Misal banyak yang suka rekomendasi, berarti si startup harus menyediakan testimoni,” ujarnya.

Mengulik hal-hal yang bisa diunggulkan dari kompetitor juga tak kalah penting. “Kalau cuman lihat produk sendiri bahaya juga. Jadi harus market survey agar bisa menawawakan sesuatu yang berbeda,” tambah Etsa.

Bagaimana dengan startup di bidang energi terbarukan atau renewable energy dengan produknya yang masih awam di masyarakat? Startegi digital marketing seperti apa yang harus dilakukan?

“Harus edukasi apa itu renewable energy, bentuknya bagaimana, keuntungan yang didapat apa saja,” ujar Etsa. Hal-hal tersebut perlu dijelaskan karena orang cenderung resisten dengan teknologi terbarukan. “Dianggap ribet, susah, mahal. Padahal kan sebenarnya itu untuk jangka panjang dan lebih hemat. Jadi tak hanya baik bagi lingkungan saja tapi konsumennya juga,” imbuhnya.

Setelah semua tahap dilalui, tinggal tambahkan saja variasi strategi agar digital marketing makin maksimal. “Misalnya membuat konten interaktif yang melibatkan konsumen. Tujuannya agar timbul keterikatan dan kebanggaan pada brand,” tukas Etsa.

Penulis : Zhavirra Noor Rivdha
Foto : Tivi Kelir
Penyunting: Fia