Digembleng Dua Bulan Penuh, Berhasrat Jaga Tradisi Sekolah

Tradisi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menyabet medali emas di bidang industrial control dilanjutkan M. Nur Fatkhur Rochman. Dalam lomba kompetensi siswa tingkat Jawa Timur Oktober lalu, dia sukses menyabet medali emas.

Tradisi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menyabet medali emas di bidang industrial control dilanjutkan M. Nur Fatkhur Rochman. Dalam lomba kompetensi siswa tingkat Jawa Timur Oktober lalu, dia sukses menyabet medali emas.

Ditemui Jawa Pos Radar Kanjuruhan siang kemarin (6/11), Nur Fatkhur Rochman dan ratusan siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen baru usai menunaikan ibadah salat Duhur. Dia yang sudah ditunggu di depan ruang kelasnya, kelas XII TOI (Teknik Otomasi Industri), langsung menyapa wartawan koran ini.

Sebelumnya, dia sudah mengetahui maksud wartawan koran ini menemuinya siang kemarin (6/11). Ya, pertemuan itu memang tersaji untuk mengetahui perjuangannya hingga sukses menyabet juara pertama lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat Jawa Timur (Jatim). Dia menjadi yang terbaik di bidang industrial control LKS yang diselenggarakan 23–27 Oktober lalu di Banyuwangi.

”Kalau tidak salah, ini yang kelima kalinya sekolah mendapat prestasi di bidang industrial control. Tapi, baru yang tingkat Jawa Timur. Kalau nasionalnya saya lupa,” terangnya.

Pemuda kelahiran 28 Juli 1999 tersebut awalnya malu-malu menceritakan prestasinya. Maklum, itu menjadi prestasi pertama yang paling membanggakannya. ”Memang ini baru pertama ikut lomba untuk tingkat Jatim. Perjuangannya juga lumayan berat agar bisa dapat emas,” katanya.



Dalam masa persiapan selama dua bulan, dia harus rela mengorbankan waktu bermain dan istirahatnya. Tiap hari libur, akhir pekan maupun tanggal merah, dia selalu menghabiskan waktu untuk berlatih. ”Ternyata hasilnya sesuai dengan harapan,” ungkap dia puas.

Total, dia harus bersaing dengan 20 peserta dari seluruh Jawa Timur. Di hari pertama lomba, dia harus menyelesaikan pembuatan perangkat dalam waktu 8 jam. Dia pun sukses mengerjakannya tepat waktu. ”Sedikit mepet juga waktunya. Jadi, sempat gugup dan takut kalau sampai tidak selesai,” ungkap putra kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Di hari kedua, putra pasangan Khoirul Anam-Siti Nur Agustini ini sempat mengalami kendala. Program yang dia buat untuk menjalankan perangkat tidak bisa jalan. ”Hari kedua lebih tegang, karena ternyata ada kesalahan. Saya langsung ganti komponen. Apalagi, waktunya sudah mepet,” kenangnya.

Keputusan itu tepat. Karena pada akhirnya, Fatkhur-lah yang menjadi peserta pertama yang sukses menuntaskan tugas itu. ”Memang jadi yang pertama kali selesai dinilai. Tapi, setelah saya, tidak ada lagi yang selesai,” sambungnya.

Penilaian pun dilakukan, dan dia menjadi yang terbaik. ”Sempat bingung juga. Untungya, ketika diumumkan dapat hasil terbaik. Selisihnya hanya sedikit dengan pesaing yang lain,” kata dia.

Selanjutnya, Fatkhur bakal bertarung di LKS tingkat nasional April tahun depan. Dia ingin menjaga tradisi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang selalu sukses membawa pulang medali dari ajang LKS Nasional. ”Saya ingin dapat medali emas nasional. Sekarang persiapan dulu semaksimal mungkin,” tandasnya.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Hafis Iqbal