Sejumlah anak yatim dari Panti Asuhan Sunan Kalijogo meneriam santuan dari ITN, Sabtu (4/1)

KOTA MALANG – Lima tokoh agama, Kristen, Muslim, Katolik, Hindu dan Buddha turut berpartisipasi di perayaan Dies Natalies ke-50 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Sabtu (5/1). Mereka menggelar doa bersama diikuti oleh seluruh tamu dan civitas akademika yang hadir.

Di satu panggung, pemuka agama ini bergabung dan saling mendoakan yang terbaik. Bertajuk ‘ITN Jaya’, acara dilanjutkan dengan berbagi tali kasih berupa uang saku kepada 73 santri Yayasan Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Tasikmadu, Malang.

Puncaknya adalah pemotongan tumpeng oleh Rektor ITN Malang, Dr Lalu Mulyadi MT.

Sementara itu, salah satu yang hadir Ketua Yaysan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT berharap agar ITN Malang tetus berkembang.

Lantaran, tantangan ITN sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) bukan hanya internal tetapi juga eksternal. Terlebih saat melangkah untuk go international.

“Tantangan PTS kedepan sanhat luas bisa karena terancam dengan perubahan generasi teknologi,” ujarnya

Menurut Kartiko, tonggak untuk bertahan adalah mengubah diri. Mulai dari sistem kurikulum hingga tata kelola keuangan, SDM, dan aset akademik yang berbasis IT.

“Kita akan bergerak sesegara mungkin, untuk beradaptasi dengan generasi poin 4.0. Semoga ITN bisa lekas running well,” tutur dia.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia