Diejek Istri, Residivis Batal Pensiun Jadi Maling

KOTA MALANG – Gara-gara disinggung istri tak bisa menghasilkan banyak uang, residivis maling, Ahmad Bima Armadani, 18 tahun nekat mencuri motor lagi.

Ahmad menggasak motor Honda Beat warna merah milik Muhammad Arif, 20 tahun di Jalan MT Haryono. Pria yang beralamat di Jalan Kyai Paseh, Kecamatan Kedungkandang itu beraksi dengan saudara iparnya Eric Lukmana Putra, 21 tahun warga Sidoarjo.

“Awalnya saya berhenti (tidak mencuri). Tapi saya diejek istri katanya nggak bisa cari uang banyak. Itu (uang hasil jual motor curian) untuk membuktikan kepada istri saya,” kata Ahmad saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Jumat (13/12).

Residivis yang baru keluar penjara tahun 2018 itu awalnya berboncengan bersama adik iparnya pada 11 Desember pukul 07.00 Setelah menemukan sasaran motor di depan warnet, Ahmad turun dari motor.

Ia lalu mendorong sepeda motor itu bersama Eric menuju gang terdekat kurang lebih 500 meter. Di sana keduanya melepas plat nomor dan membongkar dek motor.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan setelah itu keduanya menyambung kabel motor agar mesin hidup. Kemudian melarikan diri.

“Tak lama berselang, pemilik motor sadar dan melaporkan kejadian ke polsek terdekat. Motor itu dilengkapi dengan GPS. Sehingga keberadaan kedua pelaku terdeteksi,” katanya.

Kedua pelaku pun ditangkap hari itu juga. Kepada penyidik, pelaku mengaku motor itu hendak dijual pelaku ke temannya dengan harga Rp 2 juta. Ahmad sendiri mengaku telah melakukan pencurian ini 3 kali.

Keduanya diringkus polisi di sebuah rumah Jalan Tenaga Baru. Saat ditangkap kata Leo, Ahmad melakukan perlawanan sehingga ditembak kakinya

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan Honda Beat merah dan nopol palsu N 2193 HHE, obeng, potongan kabel, dan gunting.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 364 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Hukuman yang diterima keduanya maksimal 7 tahun penjara.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia