Diduga Kena Obat Palsu, Apel Batu Bopeng-Bopeng

KOTA BATU – Buah Apel banyak bopeng, petani apel di desa Sumbergondo, Kota Batu keluhkan obat tanaman. Pasalnya hasil panen mereka banyak yang gagal akibat dari obat yang palsu.

“Ini lo, ada blentong – blentong hitam. Ya itu karena obatnya palsu, ujar Herwati, salah seorang petani Apel usai memanen apel bersama suaminya, Selasa (4/12).

Akibatnya, hal itu menjadikan penghasilannya merugi. Lantaran, harga obat terlampau mahal, sedangkan penjualan apel khas Batu jenis Manalagi dan Ana per kilonya dirasa terlalu murah.

“Pupuk mahal, obat mahal, penjualan malah turun. Mau benahin pondok saja tidak keturutan (terealisasikan),” imbuhnya.

Standarnya untuk kedua jenis apel tersebut bisa dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Nyatanya, saat ini harga jualnya hanya Rp 3 ribu – Rp 4 ribu saja.

“Sekarang sekilonya cuma terjual Rp 3 ribu, Rp 4 ribu. Standartnya sekilo bisa itu Rp 10ribu. Biar bisa mensejahterakan petani apel,” pungkas wanita yang tinggal di Desa Punten, Kota Batu ini.

Sementara itu, sang suami Supadi mengatakan jika ada persaingan dengan buah – buahan yang lain dalam penjualan buah apelnya tersebut. “Ini juga satu lagi, saingan kita ada di huah Rambutan, Duku, Mangga dan buah Naga,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Arifina