Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Solo Meninggal

JawaPos.com – Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Solo, Suratin, 54, meninggal dunia, Kamis (25/4) pagi. Meninggalnya Suratin diduga karena kelelahan setelah mengawal jalannya Pemilu.

Jenazah Suratin langsung dimakamkan di hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Banjarsari, sekira pukul 13.00 WIB.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Nurul Sutarti mengatakan, sebelumnya Suratin tercatat sebagai anggota KPPS di TPS 147 di Perum Tegal Asri RT 03 RW 22, Kadipiro, Solo. Ia bertugas menjadi pengawas di TPS tersebut. “Almarhum sebelumnya menjadi anggota KPPS di TPS 148, dan tadi pagi Bapak Suratin meninggal dunia,” ungkapnya.

Nurul pun menyampaikan duka yang mendalam dengan meninggalnya Suratin. Sampai saat ini, jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia menjadi dua orang. “Sebelumnya anggota KPPS di TPS 70, di Kampung Cengklik RT 1 RW 19, Nusukan, Banjarsari, Pamuji Ruswandi, 46 juga meninggal Sabtu (20/4) malam. Kami menyampaikan duka yang mendalam terkait kejadian ini,” ungkapnya.



Selain dua orang meninggal, sampai saat ini masig banyak anggota KPPS yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Komisioner Divisi Sengketa, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Arif Nuryanto mengatakan, ada belasan petugas pengawas yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Solo. Kebanyakan mereka kelelahan setelah melakukan pengamanan jalannya Pemilu.

“Setelah kami lakukan pengecekan ada lebih kurang 11 petugas pengawas yang harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mereka kelelahan setelah melakukan pengamanan di TPS,” ucapnya.