Diduga ada oknum yang sengaja mengambilnya.

Diduga ada oknum yang sengaja mengambilnya.

Namun diduga ada oknum yang sengaja mengambilnya. Sebab bilik suara terbuat dari alumunium. “Bayangkan saja jika satu bilik suara itu seberat satu kilogram. Dikalikan tiga belas ribu tentu uang dihasilkan penjualan pun akan banyak,” kata Ketua KPU Palembang Syarifuddin saat ditemui di Kantor KPU Sumsel, Selasa (23/1).

Dengan hilangnya bilik suara, KPU Palembang akan melakukan pengadaan baru. Namun bahannya akan berbeda dari sebelumnya. Bilik suara yang baru akan menggunakan bahan kardus.

Syarifuddin mengakui bahwa bilik berbahan kardus tentu tidak akan tahan lama. Mungkin hanya mampu bertahan satu sampai tiga hari. “Paling hanya dipakai satu kali. Beda seperti bilik suara dengan bahan alumunium yang sampai saat ini masih bisa dipakai,” terangnya.

Terkait proses Pilkada Serentak 2018 di Palembang, sekarang sudah memasuki masa pencocokan dan penelitian (coklit) hingga 18 Februari mendatang. Meskipun begitu, KPU masih belum menerima laporan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK).

“Kami memberikan kebebasan kepada PPS dan PPK untuk melakukan coklit. Namun, kami meminta 10 hari sekali harus melaporkan diri berapa rumah yang sudah di verifikasi,” ujar Syarifuddin.



Ia memprediksi jumlah pemilih di Kota Palembang akan meningkat. Tapi peningkatannya tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 200 ribu suara. “Namun ini masih harus diverifikasi,” pungkas Syarifuddin.


(lim/JPC)