Didi Kempot: Mahasiswa UIN Malang Budaya dan Agamanya Kuat

 

KOTA MALANG- Penyanyi campursari, Didi Kempot mengagumi mahasiswa UIN Maualana Malik Ibrahim yang masih menjunjung tinggi budaya lokal serta agama.

Hal itu ia sampaikan disela penampilannya di acara Puncak Festival Budaya 2019, yakni “Intimate Ambyar Concert” yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Humaniora UIN Malang Jumat (1/11).

“Mahasiswa UIN Malang iki hebat. budayanya masih kuat. Banyak mahasiswa yang apal tarian tradisional. Terus yo masih apal lagu-lagu bahasa Jawa. Ambyar tenan,” ujarnya disertai riuh dan tepuk tangan penonton.

Sebagai informasi sebelum pelantun tembang “Banyu Langit” ini naik panggung, penonton ‘Intimate Ambyar Concert’ dihibur oleh penampilan tari tradisional dari LSO Sanggar Tari Sri Kandi.

Mereka menampilkan beberapa tari tradisional seperti Tari Topeng dari Malang, Tari Jaipong dari Jawa Barat, serta Tari Cendrawasih dari Bali serta diakhiri dengan Flashmob lagu hits Tik-Tok seperti ilir7 band “Salah Apa”.

The Father or Broken Heart ini juga mengatakan selain kuat di budaya, Mahasiswa UIN Maliki Malang ini juga kuat agamanya.

“Kalau diajak sholawatan ya mau. Diajak ngaji ya mau. Ancen hebat mahasiswa UIN Malang ini,” tuturnya.

Dalam konser tersebut, Didi Kempot membawakan total tujuh lagu dari lagu pembuka Sewu Kuto, Layang Kangen, Suket Teki, Banyu Langit, Cidro, Pamer Bojo, dan lagu penutup Stasiun Balapan.
Ada pula, lagu tambahan dari Dory Harsa dengan tembang Kangen Singosari.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander

Editor: Indra M