Didemo Lagi, Upah Pekerja Segera Dilunasi

MALANG KOTA – Sejumlah pekerja PT Surya Beringin menggelar aksi demo di depan pabrik yang berlokasi di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kemarin (15/10). Mereka kembali menuntut upah mereka yang tak kunjung dibayar. Sebelumnya, mereka juga sempat menggelar aksi serupa Jumat lalu (11/10).

Sebelumnya, sekitar 20 karyawan perusahaan yang memproduksi asbes tersebut dirumahkan sejak 10–19 Oktober. Selama masa dirumahkan, karyawan tidak mendapat upah.

Padahal, sebagaimana Undang-Undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap karyawan yang dirumahkan harus tetap mendapat gaji sebagaimana biasanya. Selain itu, sebagian upah mereka juga belum dibayar pihak pabrik.

Koordinator aksi, Jamil Prayudi, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi tersebut hingga pihak perusahaan memenuhi hak-hak mereka. ”Kami akan terus berdemo sampai pihak perusahaan mengabulkan tuntutan kami, yakni melunasi upah-upah yang menjadi hak kami,” katanya.

Para pekerja yang menggelar aksi di depan pintu pabrik terlihat membawa keranda dan pocong.

Secara bergantian, mereka berorasi menyampaikan kejengkelannya terhadap perusahaan. Beberapa spanduk juga ditempel di tembok  pabrik, beberapa di antaranya berisi kritikan kepada bos mereka, misalnya ”Juragan Utang Kok Gak Isin Tanggane”.

Sekitar pukul 12.00, pihak perusahaan meminta perwakilan pendemo masuk ke kantor perusahaan. Baik karyawan maupun perusahaan didampingi oleh kuasa hukum masing-masing.

Irfan Junaidi, ketua Komite Pusat Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) menjadi kuasa hukum karyawan. Sementara pihak perusahaan mengadirkan Suhadi sebagai kuasa hukumnya.

Setelah melakukan perundingan, akhirnya pihak perusahaan berjanji membayar semua tunggakan karyawan yang terdiri dari upah 4,5 bulan UMK tahun 2017 dan 3 bulan UMK tahun 2018, serta  upah-upah hari libur nasional dan upah yang dirumahkan selama 9 hari tersebut. ”Pembayaran upah ini akan kami cicil selama 3 bulan, yakni Oktober, November, dan Desember,” kata Suhadi mewakili perusahaan.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani