Didampingi Ibunda, Gus Ipul Tinggalkan Rumah Dinas

Didampingi Ibunda, Gus Ipul Tinggalkan Rumah Dinas

“Masa kampanye dimulai, usai penetapan dan pengundian nomor oleh KPU Jawa Timur. Sesuai UU Pilkada, peserta Pilkada tidak boleh memakai fasilitas negara. Juga saya harus cuti dari wakil gubernur,” kata calon gubernur nomor urut 2 tersebut

Suasana haru mewarnai ketika Gus Ipul berpamitan ke sejumlah pegawai. Selama ini, merekalah yang mengurus keperluan Gus Ipul saat tinggal di rumah dinas tersebut. Di pelataran rumah dinas, Gus Ipul menyalami satu per satu pegawai, seperti juru masak, petugas jaga, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ajudan dan sejumlah staf lainnya. 

Sorot mata para pegawai itu terlihat berkaca-kaca. Mereka tak kuasa menahan haru. “Saya pamit, terima kasih semuanya, yang telah membantu selama ini. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dari saya dan keluarga,” kata Gus Ipul.

Ibunda Gus Ipul, Hj. Sholichah Yusuf, juga ikut mendampingi putera kesayangannya itu. Ia ikut mengemasi barang-barang. Tak banyak yang dibawa. Hanya pakaian yang dimasukkan dalam tiga koper. 

Gus Ipul juga menyerahkan empat kunci kendaraan dinas. Diantaranya, Toyota Alphard, Toyota Nav1, Toyota Camry dan Honda CR-V. Kunci mobil-mobil dinas itu diserahkan pada Kepala Biro Umum Pemprov Jatim, Ashari. 



Sebelum meninggalkan rumah dinas, terlebih dulu diadakan doa bersama yang dipimpin langsung ibunda Gus Ipul. “Minta tolong dijaga rumah ini. Tetap dijaga agar tetap bersih dan baik keadaannya,” pesan Hj. Sholicah pada penjaga rumah, sebelum memimpin doa.

Setelah meninggalkan rumah dinas, Gus Ipul akan tinggal di perumahan di Gayungsari, Surabaya. Rumah tersebut bukan milik sendiri melainkan milik saudaranya. Mantan Ketua Umum GP Ansor itu menyatakan, sesuai dengan aturan, dirinya harus meninggalkan rumah dinas maksimal Rabu (14/2) pukul 00.00 WIB setelah penetapan dirinya sebagai cagub.


(did/JPC)