Dibina di Lembaga Sosial, Pengacara Upayakan ZA Tetap Bisa Sekolah

MALANG – ZA, pelajar terdakwa pembunuh begal resmi diputuskan dibina setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam yang ada di Wajak, Kabupaten Malang.

Namun, lantaran pelajar berusia 17 tahun, terdakwa pembunuhan begal itu masih berstatus pelajar di sebuah sekolah, kuasa hukum masih mengupayakan ZA bisa melanjutkan studinya.

Apalagi, sebentar lagi ia juga menghadapi ujian sekolah. Beberapa hari ini, ZA bahkan sempat ikuti tryout yang ada di sekolahnya.

“Pertimbangan menerima ini bukan hanya soal hukum saja, tapi banyak pertimbangan dari keluarga juga. Bagaimana menyelamatkan ZA dari semua kegaduhan yang ada ini. Kita sudah komunikasi dengan pihak LKSA, misal kegiatan apa saja yang biasa dikerjakan di sana. Karena pada dasarnya kita masih ingin anak ini sekolah dan beraktifitas normal,” urai Bakti Riza Hidayat, kuasa hukum ZA.

Hari ini, (24/1) kuasa hukum ditemani S, ayah ZA hadir di Pengadilan Negeri Kepanjen untuk mengisi form terkait menerima putusan hakim kemarin. S pun telah menerima putusan hakim dan tak akan ajukan banding.

Hanya saja, masalah waktu kapan mulai dibina, masih belum pasti. “Saya masih belum tahu kalau kapannya itu. Yang pasti, nanti kita akan koordinasi dengan LKSA-nya,” tutup Bakti.

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam sendiri jadi satu dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda yang juga bersebelahan lokasinya. Di sini, ZA bakal dibina layaknya santri pada umumnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: Fia