Dibarengi Olahraga, Penderita Alzheimer Disarankan Tetap Fisioterapi

JawaPos.com – Untuk tetap menstimulasi otak dan daya ingatnya, lansia dengan alzheimer diminta untuk bergerak aktif seperti olahraga ringan. Tapi itu saja tak cukup. Fisioterapi juga penting dilakukan apalagi bagi mereka yang sudah kesulitan dengan motorik karena usia atau penyakit degeneratif.

Fisioterapi adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari kecacatan serta meningkatkan kemampuan gerakan, otot, dan kekuatan untuk melatih kemandirian. Maka lansia dengan Alzheimer disarankan tetap ikut fisioterapi untuk melatih kemandirian.

“Fisioterapi penting untuk mengembalikan kekuatan gerak. Fisioterapi penting, supaya lansia bisa ke kamar mandi sendiri, pakai baju sendiri, supaya bisa ambil alat makan sendiri. Lebih mandiri,” kata Dokter Spesialis Olahraga dr. Sophia Hage, Sp. KO. kepada JawaPos.com di Jakarta baru-baru ini dalam acara yang digelar Alzheimer’s Indonesia (ALZI) memperingati Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimer’s Month).

Namun menurut dr. Sophia, fisioterapi saja belum cukup membuat tubuh bugar dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Tambahkan dengan berolahraga 3 kali sepekan.

“Dengan olahraga, lansia bisa tetap bugar. Saat belum punya kekuatan otot, maka selipkan olahraga. Sederhana bisa dengan mendorong tangan, latih otot punggung, bungkuk berdiri. Antara fisioterapi dan olahraga harus tetap dilakukan,” katanya.

Terapi fisik atau fisioterapi memainkan peran penting jika dilakukan bersamaan dengan olahraga untuk penderita Alzheimer. Ini dilakukan agar mereka mampu menjalankan rutinitas untuk memenuhi kebutuhan individu setiap pasien.

Dalam laman Very Well Health disebutkan, banyak penelitian menunjukkan, olahraga bermanfaat bagi penderita Alzheimer. Seiring dengan kebugaran kardiovaskular, peningkatan daya tahan, dan peningkatan kekuatan, orang dengan penyakit Alzheimer mendapatkan manfaat tambahan dari berolahraga.

Seperti pemeliharaan motorik, penurunan risiko jatuh, dan penurunan tingkat penyakit penurunan mental. Kemudian juga peningkatan perilaku, peningkatan memori, dan keterampilan komunikasi yang lebih baik. Bahkan, fleksibilitas, keseimbangan, dan latihan kekuatan akan lebih baik bagi pasien dengan penyakit Alzheimer.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani