Diabetes Picu Masalah Seksual

Dan resitensi insulin itulah yang mengubah hormone testoteron yang ada dalam tubuh laki-laki menjadi hormone estrogen. Padahal, laki-laki membutuhkan hormon testoteron yang dominan daripada estrogen.

Selain itu, testoteron juga diproduksi dalam testis atas perintah hormon yang bernama gonadotropin releasing hormone (GnRH). Namun, karena adanya resistensi insulin tersebut, GnRH tidak bekerja dengan maksimal. Akibatnya produksi testoteron pun menurun. ’’Jangan menunggu hingga diabetes, pada laki-laki obesitas juga bisa terjadi TDS (testoteron deficiency syndrome),’’ lanjutnya.

Yang lebih penting, menurunnya hormon testoteron pada laki-laki selalu diidentikkan dengan menurunnya fungsi seksual. Padahal, dengan menurunnya hormon tersebut, tidak hanya masalah seksual, tapi juga terdapat efek samping terhadap organ lain dalam tubuh.

Karena, lanjutnya, seimbangnya kadar testoteron pada laki-laki mendukung pertumbuhan kulit, membuat otot menjadi lebih kuat, mendukung fungsi jantung, mengurangi perlemakan hati, dan tidak membuat tulang menjadi mudah keropos. ’’Menurunnya testoteron tidak hanya terkait dengan menurunnya fungsi seksual, tapi juga potensi pada banyak penyakit. Misalnya jantung,’’ tuturnya. (ina/tia)