Di UMM, Akademisi Australia Beber Terapi Jiwa Pakai Alquran

MALANG KOTA – Psikologi atau ilmu kejiwaan kian tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai spiritualisme. Dalam Islam misalnya, ada Alquran dan sunnah yang mempunyai solusi praktis untuk mengatasi gangguan kejiwaan.

Hal tersebut kemarin (20/10) disampaikan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) M. Salis Yuniardi SPsi MPsi PhD saat menjadi narasumber dalam seminar Inter–Islamic University Conference on Psychology di gedung kuliah bersama IV UMM. ”Dari sudut pandang Islam, ternyata sudah ada kajian psikologi dan cara mengatasi gangguan kejiwaan yang tersimpan di Alquran dan sunnah,” kata alumnus Institute of Neuroscience, Newcastle University, Inggris, ini.

Dia mencontohkan, pada psikologi barat, penyembuhan gangguan kecemasan difokuskan pada akal atau pikiran pasien. Sedangkan di Islam, penyembuhan cukup dengan menyembuhkan hati. ”Dalam  HR Bukhari No. 52 dan Muslim No. 1599 bahwa dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik, maka baik pula seluruh jasad. Begitu pula sebaliknya. Daging itu adalah hati,” kata Salis menjelaskan.

Sementara itu, Hanan Dover dari Sydney Psychologist banyak bercerita tentang pengalamannya sebagai psikolog muslim di Australia. ”Kalau di Australia tidak banyak pasien yang memahami Islam, kami coba langsung mempraktikan Alquran seperti di surah An Nisa’ yang ada tentang mengontrol emosi dengan ibadah. Namun di Australia tidak saya suruh ibadah, tapi meditasi,” kata Hanan Dover.

Selain Salis dan Hanan Dover, hadir juga dalam acara kemarin Ketua The 5th Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP) Fuad Nashori. Rencananya, acara konferensi ini akan dilanjutkan hari ini (21/10) dengan narasumber psikolog Dr Agus Riyono MA dan psikolog Dr Iswinarti MSi. (san/c1/riq)