Di RBC, Direktur JPRM Minta Milenial Bedakan Media Massa dan Media Sosial

KOTA MALANG – Gejolak demokrasi di Indonesia terus mengalami pasang surut. Dalam hal ini, media lah yang punya banyak andil dalam menggiring opini publik demokrasi.

Untuk itu, generasi milenial sudah seharusnya melek peran media massa dalam demokrasi. Ruang Baca Cerdas (RBC) Institute menggelar forum diskusi dengan tema ‘Posisi Media Massa Dalam Konsolidasi Demokrasi Indonesia.

Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa ini diadakan di Kantor RBC Institute Jalan Puncak Borobudur, Selasa (12/11).

Forum ini diisi oleh pakar media massa sekaligus Direktur Jawa Pos Radar Malang (JPRM), Kurniawan Muhammad. Dalam materinya, Kum sapaan akrab Kurniawan Muhammad mewanti-wanti milenial agar membedakan cara menelan informasi di media massa mainstream dan media sosial.

“Saat ini demokrasi direcoki oleh gelombang hoax. Masyarakat lebih percaya opini daripada fakta dan data. Mereka bahkan tidak percaya ahli. Pernah dengar diet vegetarian Huges? Ada teman saya yang percaya testimoninya dan ternyata sakit. Betapa opini sangat kuat,” jelasnya.

Ia pun menyebut hal-hal seperti itu banyak digiring di media sosial seperti facebook, whatsapp, maupun twitter. Baik menurutnya menggunakan akun anonim, tidak terstruktur, hingga tidak mempertimbangkan kelaziman atau aib seseorang.

“Ada istri yang dendam dengan suaminya selingkuh di facebook. Lalu memviralkan ceritanya diselingkuhi dan foto suaminya yang bemesraan dengan selingkuhannya. Lha aib yang harusnya ditutupi justru dibikin galeri di sosial media,” terang dia.

Menurutnya, ‘keruwetan’ media sosial ini tidak akan terjadi di media mainstream. Untuk sekelas Jawa Pos Radar Malang misalnya, pembuat berita atau wartawan harus melakukan verifikasi ke berbagai sumber. Ini dikatakannya untuk memastikan keabsahan data.

Barulah setelah itu diedit redaktur secara isi, kemudian disunting lagi dari segi bahasa oleh copy editor. “Nanti di bagian layout itu juga dicek lagi judulnya. Jadi berita yang disajikan media mainstream itu nggak sembarangan,” imbuhnya.

Di akhir forum ia berpesan agar generasi milenial melek terhadap pemberitaan dan segala unggahan di media sosial. “Hati-hati hoax ya. Karena hoax itu sekarang ada tim-nya. Ada industrinya juga,” tegasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia