Di Kota Malang Masih Ada Sekolah yang Menolak Pramuka

Anggota regu Pramuka SMP Negeri 2 Sumberpucung ini saat beraksi akhir tahun lalu.

MALANG KOTA – Dalam Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014, sebenarnya sudah diatur kalau Pramuka adalah ekstrakurikuler wajib. Tapi, rupanya di Kota Malang masih ada sekolah yang ”bandel” dengan tidak menerapkan aturan tersebut.

Hal ini terlihat dari rencana Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM yang akan mewajibkan ekstrakurikuler Pramuka. Jadi, upaya mewajibkan itu merupakan penguat dari Permendikbud. ”Saat ini memang belum semua sekolah ada Pramuka,” ucapnya di sela-sela acara Green School Festival kemarin (16/8).

Mengapa tidak semua sekolah mewajibkan Pramuka? Dia mengakui, hal itu karena beberapa sekolah perlu memetakan ekstrakurikuler peminatan para siswa dengan jam ekstrakurikuler. Namun, Zubaidah optimis jika Pramuka bisa memiliki jam tersendiri untuk ektrakurikuler siswa. ”Toh, kami siap minta izin, agar jangan hanya bahasa daerah saja yang jadi ekstrakurikuler, tapi juga Pramuka,” ujar mantan kadinsos ini.

Dia belum tahu, apakah permohonan izin ke Kemendikbud bisa segera dikabulkan secepatnya atau tidak. Kalau bisa, tahun ini pada semester kedua bisa dilaksanakan Pramuka. Ditanya mengapa dia meminta Pramuka diwajibkan pada tahun ini, katanya, Pramuka mempunyai hasil lebih signifikan untuk membantu siswa mencintai Pancasila.

Sebenarnya, aturan wajib Pramuka ini sudah diatur dalam Permendikbud No.63 Tahun 2014. Dalam peraturan tersebut, sekolah wajib mengadakan Pramuka. Namun kenyataannya, memang belum semua sekolah sanggup mengadakan Pramuka.



Hal ini ditegaskan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud Dr Khamim MPd saat hadir ke Kota Malang awal Agustus lalu. Saat itu, dia hadir untuk membuka Lomba Nasional Penggalang Ceria dan Gugus Depan. ”Saya sudah sampaikan ke seluruh dinas provinsi, Pramuka itu wajib, mohon diperhatikan,” ujarnya.

Khamim menjelaskan, Pramuka wajib diadakan tahun ini, kalau bisa seratus persen sekolah di Jatim sudah bisa mendirikan Pramuka secara mandiri. Tujuannya, bukan hanya melatih kepemimpinan. ”Ideologi saat ini banyak macamnya dan siap merusak masa depan anak-anak. Pramuka sendiri bisa menangkis hal seperti ini,” ujarnya.

Dia pun geram melihat beberapa sekolah belum bisa mendirikan Pramuka. Padahal, sudah sejak lama Pramuka didirikan. ”Apa susahnya didirikan? Pelatih ada, dana ada, semua siap. Pramuka itu ekstrakurikuler yang lebih kokoh dari ekstrakurikuler lainnya,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra Desi Caesaria
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq