Di Kota Malang, Kemenkes Gelorakan Program GP2SP untuk Keselamatan Pekerja Perempuan

MALANG KOTA – Akibat beban perkerjaan, para pekerja rentan dengan masalah kesehatan. Terutama, wanita. Mengingat saat ini, jumlah pekerja perempuan usia produktif di Indonesia hampir mencapai 70 juta atau 48 persen.

Akibatnya, banyak masalah yang timbul di Malang hari ini. Seperti, anemia, kurang gizi, kanker serviks, dan ASI. Bahkan pada ibu hamil bisa menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan anak. Juga stunting.

Karenanya, Kemenkes RI membuat program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) bersama tiga kementerian lain. Yakni, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Program ini dibuat sebagai upaya untuk menjaga kondisi kesehatan pekerja perempuan.

“Sebagian besar wanita pekerja itu pasti hamil, jadi ini bagian dari upaya kita memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar mampu menekan angka kematian Ibu maupun bayi,” kata Edi Basuki, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes Provinsi Jatim, dalam sosialisasi GP2SP di Poltekes Malang, Kamis (20/9).

Dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan perusahaan Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Edi menjelaskan beberapa fasilitas yang harusnya diberikan oleh perusahaan.

Di antaranya ruang laktasi untuk ibu menyusui. Cek kandungan bagi pekerja yang sedang hamil. Pemberian gizi lewat pola makan dan pencegahan penyakit tidak menular dengan cek kesehatan minimal satu tahun sekali.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja Dinkes Kota Malang, dr Lucy Herawati mengatakan, realisasi program GP2SP di Kota Malang masih dalam tahap optimalisasi. “Sosialisasi sering kita lakukan, tapi masih belum optimal,” ungkapnya.

Sehingga, iapun berharap dengan adanya pertemuan ini bisa menggerakkan beberapa perusahaan untuk memaksimalkan fasilitas bagi pekerjanya.

“Semoga bisa tergerak. Paling tidak itu punya klinik. Makanan yang lebih diperhatikan. Check up kesehatan. Terutama untuk pekerja perempuan juga ya. Karena lama kelamaan perusahaan juga akan diuntungkan Selain tak banyak yang sakit, juga menekan pekerja yang keluar masuk,” bebernya.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia