Di Haul Gus Lukman, Prof Bisri Kenalkan Laboratorium Santri

MALANG KOTA – Ada yang tidak biasa dalam gelaran haul ke-1 KH Lukmanul Karim, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh, kemarin (9/9). Haul yang digelar di halaman (Ponpes) Bahrul Maghfiroh, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, itu tidak hanya diisi pembacaan tahlil dan yasin. Namun juga disertai peresmian BM Mart, salah satu unit usaha di bawah naungan Ponpes Bahrul Maghfiroh (BM).

Pembina Yayasan BM Malang Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS menyatakan, tidak semua santri nantinya menjadi kiai. Untuk itu, mereka perlu dibekali kemampuan berwirausaha. ”Ini (BM Mart) tempat untuk belajar wirausaha santri. Karena nggak semua dari mereka (para santri) nantinya menjadi kiai,” ujar kakak kandung Lukmanul ”Gus Lukman” Karim sekaligus mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) di sela-sela mendampingi peresmian BM Mart bersama Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, kemarin.

Bisri menyatakan, rencananya BM Mart tersebut akan dikelola oleh santri Ponpes Bahrul Maghfiroh. ”Istilah kampusnya sebagai laboratorium santri dalam belajar wirausaha. Manajemennya para santri yang jalankan,” ucap guru besar dari Fakultas Teknik (FT) UB ini.

Pihaknya juga bakal membuka satu cabang lagi BM Mart. Sehingga, ke depan BM Mart bisa berkembang dan bisa menghasilkan santri bermental wirausaha. ”Mudah-mudahan segera terealisasi (pendirian cabang BM Mart) yang satu tempat lagi,” terangnya.

Sementara itu, penceramah dalam acara haul, KH Ahmad Zubaidah, dalam ceramahnya menyampaikan, hidup harus mencari berkah. Artinya, harus mencari berlipat-lipat ganda dalam kebaikan. ”Ini pengalaman saya dengan Gus Lukman (KH Lukmanul Karim), hidup harus cari berkah,” terang kiai sekaligus teman KH Lukmanul Karim semasa mondok di Tebuireng, Jombang, itu.



Gus Idah -sapaan akrab KH Ahmad Zubaidah- itu melanjutkan, hal lain yang patut dijadikan teladan dari almarhum Gus Lukman adalah suka berpuasa dan rajin salat lail (malam). Bahkan, dia menyatakan, Gus Lukman juga selalu membagikan honornya ketika menjadi pesepak bola klub Pemkab Jombang saat memenangkan pertandingan. Perlu diketahui, semasa muda Gus Lukman menjadi pemain bola profesional saat kompetisi Galatama. ”Beliau (Gus Lukman) selalu bilang, pokoknya carane ya opo, uang iki kudu entek sebelum sampai pondok. Lha santri laine seneng banget. Makan gratis. Ini sifat loman (dermawan) beliau (bagaimanapun caranya, uang ini harus habis sebelum sampai di pondok. Santri kan senang sekali makan gratis. Ini sifat dermawan),” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, BM Mart sangat dibutuhkan untuk tempat latihan keterampilan santri di bidang wirausaha. Sehingga, santri bisa mendapatkan keterampilan lebih saat sudah terjun ke masyarakat. ”Ini sangat bagus. Karena bisa melatih kemandirian santri,” ungkap mantan Mensos RI ini.

Tak hanya itu, Khofifah menambahkan, BM Mart tersebut juga menjadi angin segar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Karena BM Mart tidak hanya menjual produk dari pabrikan besar, tapi juga produk UMKM. ”Ini bisa bantu pemasaran UMKM daerah,” tandasnya.

Sementara itu, selain para kiai dan Bisri, haul ke-1 Gus Lukman tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat di Kota Malang. Di antaranya, Bupati Malang Rendra Kresna, Plt Wali Kota Malang Sutiaji, Sekretaris Kota (Sekkota) Malang Wasto, dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sementara dari unsur kiai tampak sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang KH Chamzawi.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Mahmudan
Foto: Darmono