Di Forum Ekonomi Dunia, Grab Bahas Kontribusi dan Perlindungan Data

JawaPos.com – Grab menghadiri forum pertemuan ekonomi bergengsi World Economic Forum (WEF) baru-baru ini. Acara yang dihelat di kota resor ski mewah Davos, Swiss, itu membahas bagaimana teknologi bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Grab sendiri membawa sejumlah studi kasus pengalaman Grab di Indonesia dan Asia Tenggara.

Selain soal kontribusi positif teknologi bagi masyarakat, diskusi panel tersebut juga membahas bagaimana praktik pengelolaan digital yang bertanggung jawab. Salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah menciptakan peluang bekerja bagi mereka yang tidak mendapat peluang dari sistem yang ada. Bentuk pengelolaan yang bertanggung jawab juga mencakup perlindungan data.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengungkapkan, perlindungan dan keselamatan data pelanggan serta mitra Grab merupakan bagian dari praktik pengelolaan digital yang bertanggung jawab.

“Kami telah menginvestasikan sumber daya, waktu, dan tenaga untuk memastikan platform kami aman dan memberi ketenangan bagi penggunanya. Dari fondasi keamanan platform inilah, manfaat kebaikan teknologi dapat kami sebarkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1).

Dalam laporan Grab for Good yang diluncurkan pada 2019, Grab mengklaim telah membantu akses usaha kecil dan menengah (UKM) kepada perbankan. Lewat kerja sama dengan mitra dan merchant, Grab telah membantu 1,7 juta UKM membuka rekening bank pertama sejak 2012.  “Di Indonesia, Grab telah menciptakan lapangan kerja bagi 31 persen mitra GrabBike dan agen individual GrabKios serta 29 persen mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya belum tidak memiliki pekerjaan sebelum bergabung dengan Grab,” kata Ridzki.

Ridzki menambahkan, Grab Indonesia bersyukur dan bangga dapat mendukung Indonesia dengan ambil bagian dari momen penting di forum internasional ini. “Banyak inisiatif yang telah dilaksanakan di Indonesia menjadi referensi dan diskusi dalam forum tingkat dunia. Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia dalam acara diskusi panel di WEF ini,” ujar Ridzki.

Pada acara tersebut, Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan menjadi moderator diskusi panel dan menghadirkan pembicara dari perwakilan pemerintah Indonesia serta perusahaan kelas dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto berbicara dalam satu sesi bersama Chief Operating Officer VMWare Sanjay Poonen (perusahaan teknologi virtualisasi dari AS), Chairman of Mastercard Center for Inclusive Growth Michael Froman (perbankan), dan Executive Vice President of Business Development Microsoft Peggy Johnson (perusahaan perangkat lunak).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan membuka diskusi panel itu dengan menyampaikan harapan agar ada kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi. Hal ini guna kemajuan serta perbaikan ekonomi dan sosial bagi bangsa Indonesia.  “Setiap orang berhak atas manfaat dari ekonomi digital. Akses terhadap platform digital dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan di Asia Tenggara,” jelasnya.