Di Film ‘Imperfect’, Ernest Prakasa hingga Reza Rahadian Usung Isu Body Shamming

KOTA MALANG – Rumah produksi Starvision kembali menggaet Ernest Prakasa dalam produksi film ‘Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan’ yang diadaptasi dari buku Meira Anastasia, ‘Imperfect’ .

Film ini menceritakan tentang masalah yang sering terjadi dalam masyarakat, yaitu body shaming, dengan karakter utama Rara, sosok perempuan yang kerap diolok-olok hingga mendapatkan perlakuan diskriminasi karena memiliki tubuh gemuk di antara teman-teman satu kantornya yang lebih cantik dan langsing.

“Film ini bukan hanya mengambil sudut pandang perempuan yang kerap merasakan insecure dengan penampilannya di tengah-tengah standar sosial tentang bagaimana perempuan harus bersikap, punya penampilan fisik yang cantik, feminin, tapi juga terkait bagaimana laki-laki memiliki upaya untuk terus mendukung perempuannya agar tidak memperparah insecure-nya,” terang Reza Rahadian, dalam jumpa pers ‘Imperfect’ yang diselenggarakan di Ngopi Gan!, Malang Town Square (MATOS), Sabtu (14/12) malam.

Seperti yang terlihat pada poster yang dirilis Starvision, film ‘Imperfect’ menampilkan karakter yang diperankan Jessica Mila yaitu Rara, sebagai perempuan bertubuh gemuk yang tengah menyantap makanan. Lewat poster tersebut, tentunya Jessica Mila nampak pangling.

“Itu aku disuruh naikin berat badan sampai 10 kilogram dalam satu bulan. Panik sih ada, karena ngerasa itu susah banget, mengingat aku punya porsi makan yang sedikit,” kata Jessica Mila.

Dalam film ‘Imperfect’, ada harapan besar yang disematkan Meira Anastasia selaku penggagas cerita. Ia ingin film ini dapat mengubah cara pandang penonton terhadap body shaming dan menjadikan hal tersebut masalah yang serius. Mereka lantas membuat slogan ‘Ubah Insekyur Jadi Bersyukur’.

“Film ini bukan sekadar film, tapi kita juga ingin mengubah cara pandang masyarakat. Apalagi ceritanya dekat sama kehidupan kita sehari-hari, kalau yang katanya bercanda kayak gini ternyata body shaming, lho,” tutur Meira.

Hal senada juga dituturkan Ernest selaku sutradara. Menurutnya, melalui film, masyarakat tidak hanya akan dihibur, namun juga bisa memetik makna yang ingin disampaikannya dalam ‘Imperfect’.

“Sekarang ‘kan, banyak ya film-film. Orang-orang kalau nonton film selain buat hiburan pasti bisa dapet makna cerita yang ingin kita, selaku pembuat sampaikan. Lewat film orang-orang nggak akan merasa diceramahi sama ‘nasehat’ dari ceritanya,” Ernest menambahkan.

Ya, ‘Imperfect’ mengusung cerita bagaimana karakter Rara (Jessica Mila) mendapat perlakuan diskriminasi lantaran bertubuh gemuk yang selalu dibanding-bandingkan dengan adiknya, Lulu (Yasmin Napper). Rara, si gendut yang berkulit lebih gelap, sementara Lulu begitu langsing dan berkulit putih mulus.

Film ‘Imperfect’ begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari dengan mengusung isu standar sosial yang secara reflek menentukan bagaimana seseorang tampil di depan umum: langsing, tinggi, cantik, berkulit putih dan berbagai standar lainnya, seolah hal-hal tersebut menjadi penjamin orang-orang yang memenuhi standar itu lebih dapat dihargai di masyarakat.

“Saya dan Meira melihat bahwa perempuan zaman sekarang ini menghadapi isu berat, salah satunya body shaming, apalagi ada beauty standard juga di masyarakat, mulai dari lingkungan sekitar hingga di media sosial,” tutur Ernest.

Film ‘Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan’ siap tayang di bioskop se-Indonesia pada 19 Desember 2019 mendatang. Film ini turut dimeriahkan oleh Boy William, Dion Wiyoko, Karina Nadila, Olga Lydia, Asri Welas, dan masih banyak lagi.

Pewarta: Elsa Yuni Kartika
Foto: Elsa Yuni Kartika
Penyunting: Fia